09

Fungsi Branding Saat Pandemi

Pandemi telah membuat aktivitas perekonomian terjun bebas. Berbagai usaha dilakukan untuk bertahan. Salah satunya dengan branding. Namun, apakah branding efektif saat krisis tak menentu seperti sekarang?

Branding bukan hanya sekadar mengenalkan merk. Ia adalah upaya berkepanjangan dan bersifat kontinu dari perusahaan menuju kedekatan dengan konsumen. Mencakup logo, tampilan visual seperti desain kemasan, juru bicara atau ambassador, tagline, jingle, slogan, lagu tematik, dan sejenisnya. Beberapa tujuannya adalah membangun karakter yang positif di mata konsumen, lantas terpercaya, dan pada akhirnya dibutuhkan.

Baca juga: Kesan Pertama Yang Membuat Klien Lari

Memang membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang tidak sedikit. Setidaknya ada biaya guna membuat iklan atau kampanye dalam bentuk lain. Apalagi saat pandemi sekarang. Di mana omzet dan laba menurun, akan tetapi harus tetap menganggarkan ongkos branding.

Sepadankah dengan hasil yang diharapkan? Jangan-jangan justru membawa pada arah pemborosan yang sia-sia. Semuanya tergantung pada strategi, rencana jangka panjang, cadangan menghadapi masalah, dan cerdiknya mengeluarkan uang untuk menguatkan branding perusahaan.

Sebagai eksistensi

Red arrow hitting yellow note with massage what makes you unique? over dartboard background

Manfaat branding saat pandemi dapat dimaksudkan sebagai eksistensi diri. Bisa bertahan di tengah gempuran badai yang entah kapan berakhir. Atau mengabarkan bahwa perusahaan dengan segala produknya tetap ada seperti biasanya.

Sekaligus penanda bahwa perusahaan merupakan usaha yang sehat. Meski ada kenyataan yang hanya diketahui dapur perusahaan, ada perjuangan mati-matian. Dari mulai potong gaji, mengurangi karyawan, memberi potongan harga, dan aneka penawaran lainnya. Dengan harapan seolah tak terpengaruh dengan hadirnya krisis.

Tetap dekat dengan konsumen

Fungsi lainnya ialah agar tetap dekat dengan konsumen. Tujuan ini perlu dikejar dengan melakukan pendekatan seoptimal mungkin.

Tetapi tanpa menimbulkan gangguan, terlebih masuk dalam ranah pribadi. Misalnya semakin intens mengiklankan produk atau jasa di laman media sosial. Di sisi lain hindari mengirim pesan pribadi ke nomor ponsel konsumen. Yang mana konsumen bisa merasa terganggu lalu menutup akses dari produk yang sedang dipasarkan.

Baca juga: Tak Ikut Seret Menjelang Perusahaan Bangkrut

Trik ini dapat memengaruhi psikologi konsumen mengenai keberadaan perusahaan. Karena itu, lakukan dengan cara yang kreatif, elegan, dan tetap profesional. Berikan pelayanan sebaik-baiknya. Setidaknya untuk tetap diingat dan menjadi prioritas konsumen saat mereka membutuhkan barang atau pelayanan tertentu.

Cara mendulang untung

Dalam kondisi normal atau pandemi saat ini, branding memang tidak bisa dijadikan jaminan. Tapi bukan pula tidak berguna sama sekali. Branding mampu menjadi alat untuk mendulang untung. Walau angkanya belum mampu mengungguli besarnya nilai yang dapat diraup musim penjualan sebelumnya. Paling tidak laba yang masuk bisa diputar untuk kelangsungan hidup perusahaan.

Menggaet investor dan kolega

Fungsi branding yang tak kalah pentingnya yakni untuk menggaet investor dan kolega. Dengan citra sebagai pelaku usaha yang tetap aktif, berdikari, sehingga layak dipercaya mendapat suntikan modal. Atau pantas digandeng sebagai mitra menjalankan suatu usaha lainnya.

Baca juga: Tindakan Nyata Saat Krisis Yang Perlu Dilakukan Atasan

Kalaupun sekarang tidak ada investor yang melirik, akibat krisis di mana-mana, branding tetap jadi modal saat pandemi kelak berakhir. Sebab karakter perusahaan harus selalu dipertahankan kapan saja. (LAF)

 

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments