08-1

ART Balik dari Kampung Malah Bikin Khawatir?

Meski mudik dilarang, tak sedikit asisten rumah tangga yang tetap berhasil mudik. Kemudian setelah menghabiskan Lebaran di kampung, mereka juga berniat kembali mencari nafkah ke Jakarta dan sekitarnya, termasuk Tangerang Selatan (Tangsel).

Pemerintah DKI Jakarta dan Kota Tangsel memang telah menerapkan aturan yang membuat orang tak mudah untuk kembali ke Jakarta dan Tangsel tanpa urusan yang jelas. Salah satunya adalah memsyaratkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi penduduk yang tidak ber-KTP Tangsel agar bisa masuk atau keluar Tangsel.

Baca juga: Alasan Perlu Asisten Rumah Tangga

Namun tak sedikit ART yang akhirnya bisa lolos dan ingin kembali ke tempat bekerja mereka. Mungkin mudah saja mengizinkan mereka pulang, akan tetapi jadi perkara ketika mereka kembali. Ada potensi besar sebagai carrier dan menularkan pada orang-orang di dekatnya. Sementara mencari ART yang baru juga tidak gampang. Riwayat orang baru yang bakal masuk ke rumah mesti benar-benar sehat.

Lantas bagaimana respon para ibu yang ART-nya pulang kampung? Beragam respon pun mengalir menanggapi fenomena ini.

Atissa Kania Putri, warga BSD Icon Cosmo

Di rumah ada satu ART yang menginap. Dia meminta izin pulang dua minggu sebelum Lebaran. Keluarganya ada di Rangkasbitung, yang bisa diakses dengan kereta. Saya tidak bisa melarang. Karena kereta juga tetap berjalan dan tidak ditutup sepenuhnya. Hanya saja tetap aku edukasi. Saat dia balik, aku ajak untuk rapid test terlebih dulu. Lanjut dengan karantina 14 hari, baru bisa balik kerja lagi.

Sebenarnya hopeless juga sebab pemerintah tidak tegas menutup semua jalur kereta. Jadinya tingkat penyebaran dari zona merah ke kampung-kampung akan sangat cepat. Solusinya, tetap ikuti saran dari dokter untuk ikut rapid test dan karantina mandiri terlebih dulu.

Baca juga: Kamar Ideal Bagi Asisten Rumah Tangga

Ajeng Satiti Ayuningtyas, warga Villa Pamulang

ART kami akhirnya kami izinkan untuk mudik, daripada ia kepikiran terus keluarganya di kampung. Namun kami berpikir ulang untuk mengizinkan ia kembali ke sini atau memasukkan orang baru. Khawatir tidak aman. Jadi daripada mengambil risiko, kami putuskan untuk tidak memakai jasa ART dulu. Karena kami tidak tahu bagaimana risiko penularan ketika di kampung atau saat perjalanan kembali ke sini.

Nindya Hapsari, warga Pamulang

Menurut saya ART yang mudik merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab apabila alasannya hanya karena mengikuti tradisi Lebaran. Sudah jelas ada larangan keras dari pemerintah untuk mudik. Selain dapat membahayakan kesehatan saudara di kampung halaman, juga membahayakan kesehatan ART itu sendiri yang dapat terpapar Covid 19 selama di perjalanan.

Baca juga: Rumah Aman, Mudik Tenang

Dengan tinggal di rumah atau tidak bepergian akan membantu memutus tali rantai penyebaran virus ini. Apabila virus Covid 19 ini semakin menyebar siapa yang terkena imbasnya? Kita akan terkena dampaknya secara langsung. Semoga pemerintah dan elemen masyarakat dapat bertindak tegas terhadap para ART yang kembali lagi ke ibu kota setelah mudik. Supaya dikarantina dulu selama 14 hari dan diwajibkan menjalani swab atau rapid test.

(LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments