Beautiful woman dressed in sports with mask using mobile cell phone.

Keracunan Karbondioksida dan Pemakaian Masker Saat Olahraga

Penggunakan masker dan berolahraga, dua kegiatan yang sama-sama dilakukan untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit. Tetapi bila dikombinasikan justru bisa menyebabkan efek sebaliknya. Mengapa begitu?

Pemakaian masker saat berolahraga sedang riuh dibicarakan, baik di media sosial maupun di grup-grup aplikasi percakapan. Memang jadi serba salah, olahraga di luar ruangan bisa menambah semangat namun saat di luar ruangan wajib menggunkan masker.

Menurut Dr. Hario Tilarso, Sp.KO, Spesialis Kedokteran Olahraga dari RS Premier Bintaro, penggunaan masker saat berolahraga memang bisa memberikan efek negatif. Terutama ketika melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Menghirup Karbondioksida

Masker yang baik adalah yang mampu menutupi keseluruhan mulut dan hidung, dan mampu menyaring kuman, bakteri, dan virus. Sayangnya, ketika berolahraga penggunaan masker justru dapat menghambat pemasukan oksigen yang diperlukan dalam jumlah banyak. Dan menghambat pengeluaran gas buang napas atau karbondioksida.

“Penggunaan masker bisa menyebabkan kita menghirup gas CO2, yaitu gas buang napas. Bila olahraga dilakukan dalam waktu yang lama maka akan bisa menyebabkan keracunan CO2,” ujar dr. Hario.

Gejala Keracunan Karbondioksida

Waspada bila Anda mulai merasakan gejala pusing dan mual, karena itulah beberapa gejala kerancunan gas karbondioksida atau hiperkapnia. Pada beberapa kasus malah bisa menyebabkan pingsan.

Baca juga: Ragam Olahraga Ringan Selama Masa Karantina

Semakin tinggi intensitas olahraga, maka akan semakin cepat hiperkapnia terjadi. “Kalau capai sekali, kita terengah-engah, maka CO2 yang terbentuk akan cukup banyak. Dalam 15 menit orang bisa pingsan,” jelas dr. Hario.

Hal tersebut sangat berbahaya bagi orang yang memiliki kelainan jantung atau orang tua yang berumur di atas 60 tahun, karena akibatnya bisa fatal, yaitu hingga menyebabkan kematian.

Tetap Bawa Masker

Oleh karena itu, bila olahraga di luar ruangan menjadi pilihan Anda, maka sebaiknya pilih tempat di sekitar Bintaro yang sepi, misalnya di sekitar kompleks perumahan. “Tidak perlu pakai pakai masker agar bisa menghirup oksigen dengan bebas. Usahakan olahraga sendiri, apakah itu bersepeda, lari, atau jalan. Hindari tempat ramai.

Namun sebaiknya tetap bawa masker untuk berjaga-jaga. Bisa Anda gantungkan di leher atau disimpan di kantor. Begitu Anda melewati keramaian, atau bertemu beberapa orang, gunakan  masker tersebut. Lalu kurangi intensitas latihan saat terpaksa menggunakan masker.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Lutut yang Benar

Olahraga Berkelompok

Bila Anda melakukan olahraga bersama teman-teman atau komunitas usahakan untuk selalu menjaga jarak. Jarak ideal untuk berolahraga, menurut dr. Hario adalah sekitar tiga meter ke belakang dan satu meter ke samping untuk bersepeda. “Sedangkan lari berjarak satu meter ke samping. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments