20

Mengenalkan “New Normal” Pada Anak

Hadirnya Covid-19 telah menghentakkan dunia. Juga membuat tugas orang tua kian berat. Lantaran perlu mengenalkan protokol baru, atau yang akhir-akhir ini disebut sebagai “New Normal” pada anak-anak.

Belum ada makna yang pasti tentang istilah ini. Namun kira-kira tak jauh dari cara hidup baru yang akan dianggap sebagai sesuatu yang normal. Bagaimana manusia tetap dapat berinteraksi dengan nyaman dan aman, di tengah-tengah ganasnya virus Corona.

Namun tentu tak mudah menjelaskan pada anak-anak. Apalagi sebelumnya anak sudah terbiasa bebas tanpa protokol kesehatan. Sementara New Normal identik dengan aturan-aturan yang ketat. Sekali tak mematuhi, ada ancaman tertular dan rawan menjadi pandemi lagi.

Baca juga: Tantangan Anak Masa Kini

Sekalipun begitu, jangan menyerah dan lelah. Memang terbayang tak mudah mengajak anak untuk mau beradaptasi ke wacana New Normal. Namun ingat, anak memiliki sifat mudah meniru atau mimikri. Manfaatkan dengan sering-sering memberikan contoh langsung. Bila dibiasakan, anak akan menerapkan atas kesadaran dirinya sendiri. Jangan lupa untuk terus mengawasi, mengingatkan, dan berdiskusi.

Mengenalkan standar baru

Kenalkan pada standar baru yang mau tak mau mesti diikuti. Mungkin sebelumnya anak telah mengenal konsep antre. Tambahkan antre bagaimana yang sekarang berlaku. Ada jarak yang perlu dijaga dengan orang lain.

Selain itu, wajib menggunakan masker saat di luar rumah, sering mencuci tangan, tidak memegang benda-benda di tempat umum, jaga jarak saat duduk, langsung membersihkan diri begitu sampai di rumah, serta lainnya. Kemudian jangan meminta anak untuk mudah bersalaman dengan orang, walau ia mengenalnya.

Baca juga: Cara Jitu Ajari Anak Jaga Kebersihan

Memang terkesan aneh dan tak bersosial, namun bukan demikian tujuannya. New Normal yang memang sifatnya baru ini lebih pada upaya proteksi diri.

Efektif menggunakan waktu dan fasilitas

Kondisi ke depan tak mudah ditebak. Sehubungan dengan berbagai perubahan yang dipicu mewabahnya virus ganas ini. Oleh karenanya, ajarkan anak efektif menggunakan waktu dan fasilitas yang dimiliki. Guna mengejar cita-cita dan impian dalam genggaman. Terutama pandai-pandai memanfaatkan waktu belajar jarak jauh maupun ketika sekolah sudah dibuka lagi kelak.

Lebih hati-hati

Di samping itu, mengajak anak untuk lebih hati-hati sangat penting ditekankan. Pada caranya berinteraksi dengan orang lain, mengonsumsi makanan dari luar, menggunakan fasilitas umum, pergi ke sarana kesehatan, dan masih banyak lagi. Sebutkan semuanya demi kesehatan dirinya, keluarga, dan juga orang lain.

Otodidak

Anak perlu menguasai materi yang mungkin tak bisa diajarkan sekolah karena keterbatasan waktu dan komunikasi. Kenalkan dia pada materi lainnya secara otodidak. Terlebih saat ini sudah banyak media yang mendukung. Misalnya video tutorial atau bahan bacaan di internet. Fungsinya untuk menambah potensi anak sehingga ke depan dia bisa menguasai banyak bidang.

Baca juga: Bangun Karakter Positif Anak Dengan Cara Simpel Ini  

Independen 

Serta membentuk kebiasaan sebagai pribadi yang independen. Berusaha sendiri tanpa bergantung pada uluran tangan orang lain. Sebab New Normal sedikit banyak juga membuat para insan kian individualis dan terisolir satu sama lain. Jika tidak belajar memenuhi kebutuhan diri sejak sekarang, anak akan rentan tertinggal dan susah beradaptasi pada situasi yang serba tak menentu. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments