16

Kenali Modus Skimming Kartu ATM Agar Tak Jadi Korban

Beberapa hari lalu beberapa warga Bintaro menjadi korban skimming di ATM salah satu supermarket yang ada di sektor 9. Untungnya pihak bank bersedia mengembalikan seluruh dana yang tercuri. Jumlah kerugian disebut-sebut mencapai puluhan juta.

Kejahatan skimming ini ternyata bukan hal baru. Sudah terjadi sejak sekitar tahun 2009. Bisa menimpa nasabah bank apapun. Agar tidak menjadi korban sebaiknya kenali lebih jauh apa itu skimming. Sehingga Anda bisa menghindarinya.

Baca juga: Tips Aman Berinternet Saat Bekerja dari Rumah

Skimming adalah tindakan pencurian informasi dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu debit atau kartu kredit secara ilegal.Strip magnetik ini ada di bagian belakang kartu ATM. Fungsinya serupa pita kaset yang menyimpan data.

Alat yang Digunakan

Biasanya pelaku pencurian menggunakan perangkat elektronik kecil (skimmer) untuk menggesek kartu lalu menyimpan ratusan nomor kartu kredit korban. Bentuknya tidak selalu sama, namun alat ini umumnya ditempelkan di tempat masuknya kartu di mesin ATM. Selain itu juga diletakkan kamera pengintai untuk memantau papan tombol angka guna mengetahui PIN dari kartu tersebut.

Selain itu ada kamera untuk mengintip nomor PIN korban. Biasanya diletakkan di beberapa tempat, misalnya pada penutup papan tombol angka, di atas monitor, atau di area terdekat lain yang kemungkinan tidak disadari nasabah.

Bahkan kamera ini bisa digantikan dengan papan tombol palsu yang menumpang papan tombol asli. Jadi angka PIN yang dimasukkan oleh nasabah akan otomatis tercatat.

Ketika korban memasukkan kartu ATM, para pelaku menduplikasi data strip magnetik pada kartu ATM lalu mengklonanya ke kartu ATM kosong menggunakan skimmer tersebut. Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual, seperti pelaku kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya. Atau bila menggunakan alat skimmer yang lebih canggih, data-data yang telah dikumpulkan dapat diakses dari manapun secara nirkabel. Karena itu ahli digital forensik mengatakan ada kemungkinan proses penarikan uang dilakukan dari luar negeri.

Baca juga: Saat Orang Tua Ingin Meminjam Uang

Namun bisa juga para pelaku mengeluarkan uang dari rekening menggunakan kartu baru dari hasil klona. Itulah sebabnya korban sering tidak menyadari, hingga ketika mereka melihat penarikan uang dari rekening mereka.

Tempat yang Dipilih

Karena pelaku harus menaruh alat skimmer dan kamera, maka mesin ATM yang berada di tempat yang sepilah yang biasanya dipilih oleh pelaku. Atau ATM yang ada di luar gedung. Untuk waktu pemasangan dan pelepasan alat, biasanya saat malam hari atau akhir pekan ketika sebagian besar bank tak beroperasi.

Cara Mencegah

Hingga saat ini memang belum ada alat untuk mencegah skimming. Karena itu, nasabah juga harus proaktif agar tidak menjadi korban.

Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan secepatnya mengganti kartu debit lama yang menggunakan teknologi pita magnetik menjadi kartu yang dilengkapi chip.Karena skimming mencuri data yang ada pada pita magnetik. Sedangkan kartu chip hingga saat ini belum bisa digandakan.

Bila belum sempat mengganti kartu usahakan untuk menggunakan ATM yang ada di bank atau tempat ramai lainnya. Cara pencegahan lain adalah dengan rutin mengganti nomor PIN, agar pelaku kesulitan mencari tahu nomor PIN.

Baca juga: Mengelola Digital Wallet Agar Tidak Boros

Kemudian, waspada ketika akan menggunakan ATM. Periksa apakah ada alat-alat tambahan yang mencurigakan terpasang di mesin ATM, terutama di celah tempat masuk kartu. Biasanya alat skimming dipasang menggunakan double tape sehingga kurang rapi. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments