13

Supaya Anak Tak Mudah Tergiur Jajan Di Luar

Membeli makanan atau jajan di luar sebenarnya tak masalah. Namun bila sudah terlalu sering atau seperti situasi pandemi sekarang ini, tentu lain ceritanya. Berbahaya bagi anak dan anggota keluarga. Ambil sikap supaya anak tak lagi mudah tergiur untuk jajan sembarangan.

Lantaran membeli makanan dari luar mengundang potensi tertular penyakit atau dampak berbahaya lain. Belum lagi akan menjadi pembiasaan yang jelas tak sehat, boros pengeluaran, serta efeknya bagi kesehatan. Anak juga cenderung tak tertarik pada masakan yang dibuat oleh keluarganya sendiri. Lebih teriming-iming nikmat dan penampilan makanan dari luar.

Baca juga: Waspada, Bahaya Dibalik Si Montok

Meski demikian, proses mengubah mindset anak untuk mengurangi kegemaran jajan terbilang tak mudah. Waktunya cukup lama dan perlu energi besar dari orang tua guna mendampingi. Mengingat sekali anak punya keinginan, apalagi sudah penasaran, ia akan ngotot mempertahankan sikap hingga kesampaian. Sementara orang tua juga tak boleh kendor memberikan edukasi hingga anak memiliki kesadaran dari dalam dirinya sendiri.

Diskusi tentang bahaya dan dampak

Ada baiknya orang tua tidak mengawali pembicaraan tentang kebiasaan jajan secara satu arah. Anak perlu mendapat penghargaan berupa posisi dan pendapatnya. Orang tua bisa memulai dengan mengingatkan akan kebiasaan jajan yang mungkin tak disadari anak. Lanjutkan dengan bahaya dan dampak negatif yang bakal mengintai.

Lalu dengarkan bagaimana opini anak akan keluar. Terima dan apresiasi.

Saat anak didengar, ia juga akan belajar mendengar. Kemungkinan untuk mematuhi ajakan orang tua pun lebih besar.

Berbeda saat orang tua langsung membuat keputusan sepihak yang sepertinya akan sulit diterima atau malah ditolak mentah-mentah.

Tawarkan alternatif

Tawarkan alternatif sebagai jalan keluar. Langkah ini juga untuk mengejar goal tidak jajan di luar secara perlahan. Misalnya menawarkan untuk membuat menu jajan yang sama di rumah bersama-sama, mengurangi intens jajan hanya seminggu sekali, atau boleh jajan ketika sudah memenuhi kewajiban tertentu. Tingkatkan daya tawar begitu anak sudah mulai konsisten dengan peraturan. Jangan lupa berikan reward sebagai upaya anak bekerja sama, dalam bentuk pelukan dan ucapan terima kasih pun bisa.

Baca juga: Menu Bekal Sehat Untuk Anak

Berikan contoh

Imbangi dengan menunjukkan contoh secara langsung. Contoh kerap lebih ampuh ketimbang kata-kata. Efektif mempengaruhi anak berperilaku yang sama. Yakni dengan orang tua tidak jajan di luar. Melainkan masak sendiri di rumah.

Ubah pola makan keluarga

Ubah pola makan keluarga. Faktor yang mungkin selama ini membuat anak suka jajan, karena dipicu orang tua tak menghadirkan masakan hasil kreasi sendiri. Sajikan saja menu-menu yang diolah di dapur rumah, lalu ajak anak menikmatinya bersama. Suasana kebersamaan barangkali efektif mengubah sikap anak yang tadinya suka jajan berubah untuk lebih memilih menu dari rumah. Terlebih ketika kebijakan PSBB, mengharuskan Anda sekeluarga di rumah saja.

Baca juga: Membuat Meja Makan Jadi Sarana Cetak Anak Unggul

Dampingi saat memegang gawai

Satu lagi yang tak boleh dilewatkan orang tua. Adalah mendampingi anak saat memegang gawai selama proses perubahan sikap sedang berjalan. Berikan pengarahan ketika anak mulai tergiur melihat tayangan bertema makanan. Jangan segan membuka kembali ruang diskusi dan terus ulangi ketika anak selalu membutuhkan kehadiran orang tuanya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels,Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

 

Comments

comments