12

Di Balik Dapur Usaha Wedang Goyang

Senin malam (11/5) pukul 20.00, melalui laman IG, @etalaseserpong kembali mengadakan perbincangan menarik secara live. Kali ini dengan CEO usaha jamu tradisional Wedang Goyang, yakni Rara Rikatya.

Sesi yang berlangsung kurang lebih selama satu jam ini membahas mengenai perkembangan usaha minuman ini dan kondisinya sekarang. Dipandu oleh Valent Hartadi, selaku pimpinan Media Etalase Network, menjadi perbincangan hangat di tengah situasi bisnis yang kian tak menentu. Layak pula jadi bahan belajar bagi mereka yang ingin merintis usaha.

Awal mula

Awal mulanya Rara Rikatya tidak membayangkan sama sekali akan membuat usaha minuman jamu tradisional. Pasalnya minuman ini sudah 15 tahun berjalan dan merupakan resep keluarga turun temurun. Melalui ibunya, Rara sudah terbiasa meminum jamu dan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja.

Baca juga: Perhatikan Ini Sebelum Membuat Rumah Sebagai Tempat Usaha

Hingga setahun yang lalu, tepatnya Maret 2019, Rara memberanikan diri bersama partner-nya mengangkat branding Wedang Goyang. Atau bisa dilihat di instagram @wedang_goyang. Lantaran beberapa temannya tak sengaja mencicipi lantas jadi suka.

Untuk varian mimumannya sendiri ada 10. Seperti temulawak, jahe merah, kunir putih, dan sebagainya. Semuanya terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak mengandung bahan pengawet sama sekali. Pengolahan juga dibuat dengan cara-cara yang masih tradisional. Sehingga benar-benar sehat serta terjamin kualitasnya. Ada satu resep yang terpaksa tidak diproduksi, bernama wedang secang. Sebab ternyata cukup sulit untuk diproses.

Baca juga: Jenis Usaha Yang Mulai Suram

Memang semula ada keraguan, apakah produk yang dirasa biasa saja dapat laku di pasaran. Nyatanya ketika dicoba, banyak permintaan hingga kemudian produknya terus berkembang seperti sekarang.

Yang membuat produknya berbeda dengan produk minuman tradisional sejenis adalah karena bentuknya yang padat seperti gula aren. Untuk meminumnya, tinggal dimasukkan ke air panas. Dengan cara ini, produk Wedang Goyang lebih praktis, dan bisa bertahan hingga enam bulan.

Strategi menggaet pasar

Rara dan temannya memulai dengan memanfaatkan jaringan pertemanan. Tepatnya hanya membuat saat ada pemesanan. Saat itu pun hanya memiliki satu pegawai saja. Lalu ia mencoba merambah media sosial agar lebih dikenal. Khususnya via instagram.

Strateginya kemudian dilanjutkan ke penawaran ke beberapa cafe, restoran, maupun menggaet pihak lain. Dia juga menambahkan setiap tiga bulan harus ada inovasi. Contohnya adalah soal packaging yang menurutnya ikut menentukan. Seperti dalam bulan Ramadan ini, dia membuat hampers yang berisi varian minuman tertentu dengan kemasan yang ciamik. Dia juga tetap melayani permintaan bingkisan sesuai selera pembeli.

Selain itu, Rara yang juga public figur ini, memberikan saran menarik. “Sangat penting menemukan partner yang satu visi dan misi,” terangnya. Pasalnya mitra kerja merupakan sosok utama yang ikut menentukan masa depan usaha.

Saran di tengah pandemi

Di tengah situasi pandemi seperti sekarang, usaha Wedang Goyang juga ikut terdampak. Namun Rara tak patah semangat. Meski omzet pemesanan menurun dari beberapa pihak yang sebelumnya telah bekerja sama, penjualan masih menunjukkan angka positif di kalangan konsumen pribadi. Terutama untuk varian jahe merah yang konon dipercaya menguatkan imun tubuh.

Baca juga: Agar Patungan Usaha Dengan Teman Tak Jadi Bubar

Meski demikian, menurutnya, setiap pelaku usaha tidak boleh berpangku tangan dan menyerah. Lakukan semua hal yang bisa ditempuh, semakin kreatif, dan sebagainya. Guna tetap eksis di iklim ekonomi yang sulit ini. (LAF)

 

Foto-foto: dok. Wedang Goyang

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments