11

Hindari Hal-Hal Konyol Ini Bila Ingin Karir Selamat

Dinamika ekonomi sedang melambat. Banyak perusahaan terpaksa merumahkan karyawannya. Sebagian lagi tidak, tapi meminta kita semua agar tetap waspada. Terutama menghindari hal-hal konyol yang dapat merugikan diri sendiri soal urusan karir.

Biasanya hal-hal konyol ini terpicu emosi tinggi sesaat dan tidak dipikirkan panjang dampaknya. Apalagi mengingat situasi karantina mandiri, perubahan iklim kerja, pemotongan gaji, atau faktor yang lain. Di mana kemudian membuat seseorang mudah terbawa situasi yang tidak menguntungkan dengan menunjukkan reaksi negatif. Ujung-ujungnya mesti merugi sebab harus menerima ganjaran tak terduga dari kantor maupun atasannya.

Baca juga: Membuat Bekerja Dari Rumah Bisa Efektif

Akhirnya situasi kian pelik. Belum tentu Anda mampu segera mengatasi situasi karena kondisi yang serba susah sekarang ini. Karena itu, idealnya adalah tetap mempertahankan posisi atau karir yang sekarang dipegang, memberikan sumbangsih pada kantor seoptimal mungkin, dan tetap menjaga kesehatan. Supaya kelak saat pandemi usai dan tempat bekerja dibuka kembali, Anda juga siap sepenuhnya tanpa meninggalkan bekas masalah yang berarti.

Tak profesional selama WFH

Work from home bukan berarti libur bekerja. Hanya berpindah lokasi saja. Jadi, tidak ada alasan untuk mengurangi performa. Justru Anda harus tetap menunjukkan kualitas diri seoptimal mungkin. Mulai dari selalu tepat waktu memenuhi jadwal rapat, tenggat akhir pekerjaan, dan sebagainya.

Mungkin sesekali tidak memenuhi jadwal bisa ditoleransi. Namun jika terus berulang akan menjadi rapor merah, dan atasan bakal berpikir ulang mengenai posisi Anda di kantor. Bahaya juga kan?

Kritik dan protes tanpa etika

Akibat imbas ke sektor ekonomi, banyak perusahaan mengeluarkan kebijakan yang mendadak dan tidak menguntungkan sama sekali. Tak mudah pula untuk menerimanya. Akan tetapi, sekalipun Anda mengalaminya, tetap tunjukkan etiket diri yang baik. Khususnya saat mengeluarkan kritik dan protes.

Baca juga: Jangan Unggah Ini Di Media Sosial Tentang Perusahaan

Lakukan dengan bahasa yang santun. Baik ketika mengungkapkannya dengan bahasa lisan maupun tertulis. Perhatikan intonasi suara, kata per kata yang Anda ketik, dan penggunaan tanda baca. Agar atasan lebih ramah menerima, bukan sebaliknya, menilai Anda sebagai bumerang bagi perusahaan.

Tak bijak di media sosial

Selain itu, hindari mengeluarkan opini tak sehat mengenai tempat bekerja di media sosial. Ultimatum berupa peringatan keras, termasuk PHK, bisa hari itu juga diputuskan jika Anda dinilai sudah keterlaluan. Pilih tempat curhat yang aman untuk menyalurkan uneg-uneg. Misalnya teman yang bisa dipercaya atau pada lembar kertas yang tidak mudah diakses orang.

Resign tanpa berpikir panjang

Pikir-pikir lagi jika ingin resign. Karena rata-rata perusahaan saat ini tidak membuka lowongan baru. Pertahankan apa yang Anda genggam sekarang di kantor. Walau tekanan dan masalah terus datang, tapi ini lebih baik ketimbang nanti tidak ada pemasukan sama sekali.

Baca juga: Pertimbangan Sebelum Resign Dari Pekerjaan

Jadi provokator

Hal konyol lain yang sangat merugikan posisi adalah jadi provokator. Mengembuskan masalah-masalah yang sebenarnya bersifat pribadi pada rekan kerja, lalu dikemas sebagai problem bersama. Tindakan seperti ini bakal sulit ditoleransi dan Anda rentan untuk segera dirumahkan. Maka pikir lagi sebelum beraksi. (LAF)

 

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments