10

Aman Berinteraksi Dengan Tetangga Saat Pandemi

Ada yang mengatakan tetangga adalah pengganti keluarga terdekat kita. Namun isolasi mandiri seperti sekarang membuat kita jadi kehilangan mereka. Bagaimana agar interaksi tetap berjalan dan tetap aman bagi semua?

Pasalnya, dengan yang tinggal serumah saja, kita diminta waspada apabila ada yang menunjukkan gejala terjangkit Covid-19. Apalagi dengan orang lain atau tetangga, yang kita tidak tahu persis keseharian, darimana saja, dan dengan siapa saja mereka melakukan kontak.

Namun di sisi lain, tetangga juga merupakan pelengkap kebutuhan sosial yang tidak bisa diabaikan. Terlebih sebelum era pandemi, kekerabatan dengan tetangga begitu kental. Antar kita yang dewasa, juga antar anak-anak yang kerap bermain bersama. Suasana hangat langsung sirna dan seolah tinggal kenangan belaka.

Baca juga: Tetap Harmonis Dengan Tetangga

Tak heran jika kemudian sosial distancing ini memicu kerapuhan mental, stres, depresi, dan rasa keterasingan antara satu sama lain. Termasuk meniadakan agenda-agenda yang biasa diselenggarakan antarwarga. Contohnya di bulan puasa sekarang.

Sapa dengan jarak aman

Tetap tegur sapa adalah salah satu obatnya. Dengan syarat, tidak membuat kerumunan dan berjarak aman. Ada yang menyarankan minimal satu meter. Namun upayakan lebih dari itu guna menghindari cairan droplet yang sangat mungkin menempel pada tubuh. Tetap di area rumah, di balik pagar misalnya, lengkap dengan masker pelindung.

Agar obrolan sehat, ambil tema yang jauh dari bahasan pandemi corona. Misalnya, saling bertukar ide kegiatan yang asyik dilakukan dengan anak di rumah, menu masakan terbaru, atau kabar teman yang tinggal di kompleks lain. Sebentar saja waktu untuk berinteraksi, mampu meninggalkan efek sehat bagi jiwa dan raga.

Komunikasi daring

Manfaatkan kecanggihan alat komunikasi untuk tetap berkontak dengan tetangga. Melalui telepon, video, atau pesan pendek. Biasanya dalam komunitas tetangga terbentuk grup-grup percakapan untuk mewadahi kebutuhan. Aktifkan diri tidak hanya sebagai silent reader, namun ikut aktif mengikut perbincangan yang sedang terjadi. Atau ikut nimbrung menyumbang gagasan dan bentuk bantuan lainnya.

Baca juga: Menegur Tetangga Yang Suka Gaduh

Dengan berkomunikasi lewat daring, bukan saja Anda tak kelewatan informasi penting, Anda juga telah mengantisipasi diri sendiri supaya tidak kesepian. Serasa ada teman yang selalu menemani, meski wujud fisiknya tak benar-benar ada di samping Anda. Ketika suatu saat membutuhkan bantuan atau sesuatu, Anda tak terlalu sungkan mengadu pada tetangga. Sebab selama ini silaturahmi tetap erat dan hangat.

Saling berbagi kebutuhan

Interaksi dengan tetangga juga bisa dilakukan dengan saling berbagi kebutuhan. Tak jauh berbeda seperti saat-saat normal sebelumnya. Seperti berbagi makanan, sembako, meminjam barang, dan sebagainya. Hanya saja, untuk mengurangi kontak fisik, Anda dan tetangga perlu melakukannya dengan cara yang tidak biasa.

Baca juga: Norma Menitipkan Rumah Ke Tetangga

Bisa diawali dengan memberitahu lewat ponsel. Lalu barang dibungkus secara aman dan digantung di pagar tetangga atau kursi terasnya. Setelah itu barang akan diambil oleh yang membutuhkan dan baru dibawa masuk ke rumah. Ingat bersihkan dulu kemasan sebelum dibuka dan cuci tangan sesegera mungkin. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels/Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments