09

Bos Pertama McDonald’s Sarinah, Jadi Pelayan Sebelum Membuka Restoran

Sejarah McDonald’s Sarinah yang akan ditutup Minggu, 10 Mei 2020, tak lepas dari nama Bambang Nuryanto Rachmadi, orang yang membawa McDonald’s (McD) ke Indonesia, sekaligus pemilik lisensi pertama Mc Donald’s Indonesia. Perjuangan dan kegigihannya untuk mendapatkan lisensi waralaba McD bisa menjadi pelajaran berharga, terutama bagi yang ingin berbisnis.

Saat ini Tonny, panggilan akrab Bambang, memang tak lagi memegang lisensi McD Indonesia. Pada tahun 2009, Tonny pecah kongsi dengan McD Corp dan mendirikan Toni Jack’s. Sayangnya, resto tersebut tak bertahan lama. Hal yang biasa dalam berbisnis. Namun nama Tonny tetap tercatat dalam sejarah ‘lahirnya’ McD di Indonesia.

Pelajaran 1: Fokus dan komitmen 100%

Bambang Rachmadi (Foto: fajar-aryanto.blogspot.com)

Bisnis warala McD memang sangat seksi. Ketika Tonny mengajukan ‘lamaran’ untuk mendapat lisensi waralaba tersebut, sudah sekitar 13 ribu orang Indonesia yang mengajukan kepemilikan lisensi McD selama 10 tahun terakhir. Tak satu pun yang lolos.

Tonny pun memutuskan hengkang dari jabatannya sebagai presiden direktur sebuah bank swasta ternama dan fokus berusaha mendapatkan lisensi McD.

Baca juga: Membuat Relasi Bisnis Makin Erat

Pelajaran 2: Pantang menyerah dan aktif berkomunikasi

Untuk diperbolehkan mendapat pelatihan dari McD, itu pun belum tentu mendapat lisensi, Tonny harus menunggu satu tahun. Dalam masa penantian tersebut ia selalu berusaha berkomunikasi dengan McD Pusat.

Paling tidak seminggu sekali ia berusaha menelepon mereka, walau hanya sekadar menyapa.

Tonny bahkan pernah diusir dan diperlakukan kasar ketika mencoba mengunjungi McD Pusat. Tersinggung? Tidak. Sebab dia sadar betul bahwa semua yang ia lakukan dengan satu tujuan. Ia ingin menunjukkan bahwa ia sangat menginginkan pelatihan tersebut.

Pelajaran 3: Sabar dan terus belajar

Sebelum mendapat lisensi, Tonny diwajibkan menjalani pelatihan di Singapura. Bukan pelatihan manajerial namun pelatihan pekerjaan ‘kasar’. Di sana Tonny diharuskan bekerja di gerai McD Singapura selama 18 jam non-stop. Tonny melakukan pekerjaan non-manajerial, seperti mengepel, melayani, menjadi tukang parkir, hingga membersihkan toilet. Pelatihan ini dilakukan selama tiga bulan.

Kadang ia mendapat bentakan bila hasil kerjanya dinilai kurang bersih. Meski sangat berbeda dengan pekerjaannya dahulu, Tonny mengaku ia tetap mengerjakannya dengan lapang dada. Dan terbukti, ia mampu mengalahkan tiga kandidat lain.

Baca juga: Pentingnya Membedah Bisnis Anda

Setelah lolos Tonny digodok di sekolah milik McDonalds, yaitu McDonalds Corporation Hamburger University selama satu tahun. Sekolah itu mendidik para calon store manager McD. Tonny juga mendapat pelatihan di Australia, Amerika Serikat, dan Malaysia.

Akhirnya setelah berjuang dari tahun 1988, Tonny membuka gerai McD pertama di Sarinah Thamrin pada 22 Februari 1991. (YBI)

 

Foto: Pexels/Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

 

 

 

 

 

Comments

comments