06

Matang dalam Transisi Dari TK Menuju SD

Persiapan anak menjelang masuk sekolah dasar tidak hanya perlu dilakukan oleh anak itu sendiri, tetapi juga para orang tua. Keduanya harus kompak dan saling mendukung, sehingga tercipta suasana yang menyenangkan.

Masih banyak terjadi drama yang luar biasa saat mengantarkan anak menuju jenjang sekolah dasar. Lulus dari taman kanak-kanak mesti diiringi kekhawatiran atau kegalauan dari para orang tua. Membuat anak terkendala dalam mempersiapkan dirinya sendiri di sekolah yang baru nanti.

Drama ini sebenarnya hal yang wajar. Namun dalam tingkat tertentu, menjadi penghalang bagi anak. Sebab kadang kekhawatiran, ketakutan, atau ketidakpercayaan orang tua pada anak bisa menjalani hari-hari pertama di sekolah dasar, tanpa disadari menjatuhkan mental anak.

Baca juga: Mengatasi Anak yang Mogok Sekolah di Tengah Jalan

Seperti yang dialami oleh Mirzani Augustya, ibu dari tiga anak yang tinggal di Bintaro Sektor 5. Anaknya yang kedua telah mendaftar di sebuah sekolah dasar. Ada pengalaman batin yang juga dirasakannya. “Belajar untuk percaya pada kemampuan anak, menyadari perlu ambil keputusan yang sesuai kebutuhan anak,” tuturnya. Cara yang membuatnya lebih tenang dan akhirnya lebih siap mengantarkan anak menuju jenjang edukasi yang lebih tinggi.

Mengenalkan lingkungan SD

Bantu anak mengenali lebih dalam tentang sekolah barunya nanti. Misalnya dengan menjelaskan materi apa saja yang akan dipelajari, jam masuk dan pulang, guru di kelas lebih banyak lagi, dan sebagainya.

Lebih bijak jika narasi yang dibawakan dikemas dalam bahasa yang positif. Bukan mengancam atau menakut-nakuti dengan tujuan supaya anak mau disiplin bersekolah. Dengan begitu, anak tidak tersudutkan. Sebaliknya antusias menunggu status barunya sebagai murid sekolah dasar.

Latihan lebih mandiri lagi

Kemandiriannya juga perlu diasah lagi. Beberapa ketergantungan pada orang lain harus mulai bisa diatasi sendiri. Seperti pergi ke toilet sendiri, membersihkan sisa makanan, juga mengikat tali sepatu.

Baca juga: Empat Tanda Sekolah Tidak Cocok untuk Anak

Bekali kepercayaan diri dan tanggung jawab

Yakinkan anak bahwa dia bisa. Bekal kepercayaan diri yang sangat penting diberikan, tapi kerap lupa disampaikan. Sama halnya dengan tanggung jawab dalam mengambil keputusan maupun segala tindak tanduknya di sekolah. Bekal yang bisa menjadi sumber pengantar baik di masa tumbuh kembangnya.

Libatkan dalam memenuhi kebutuhan

Selain itu, libatkan anak dalam memenuhi kebutuhannya di sekolah dasar. Antara lain membeli peralatan tulis sesuai harapannya, memilih sepatu sendiri, di mana semua itu akan disimpan, atau di mana meja belajar sebaiknya diletakkan.

Dan, jangan lupakan mengenai kebutuhan batinnya. Dengarkan keluh kesah anak, semacam bayang-bayang kekhawatiran. Bantu dia mengatasi, supaya anak tak gentar lagi.

Baca juga: Mengapa Anak Malas Ke Sekolah?

Percaya dan yakin anak bisa melakukannya

Terakhir, para orang tua juga perlu menyiapkan diri. Menanamkan emosi dan pikiran ke dalam diri, bahwa anak bisa melakukannya. Kepercayaan ini akan tercermin dari sikap dan tutur kata. Anak merasa di-support, mengalirkan arus percaya diri berjalan deras dalam diri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments