02

Sumber Celah Masuknya Air Ke Dalam Rumah

Badan Meteriologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan akan tinggi hingga 3 Mei 2020. Menimbulkan kekhawatiran akan bayangan banjir yang sangat mungkin terjadi lagi. Terbukti, hujan lebat beberapa hari lalu juga sempat membuat genangan air di beberapa tempat di Bintaro dan sekitarnya.

Untuk berjaga-jaga, coba cek sekali lagi kondisi rumah. Ada beberapa celah yang menyebabkan air mudah masuk dan menggenang. Apalagi bila sebelumnya rumah sudah sempat terendam banjir. Air yang sepertinya tenang, hanya menggenang, ternyata dapat menimbulkan kerusakan. Seperti membuat lapuk engsel kayu pada pintu dan jendela hingga tidak tertutup rapat. Atau menimbulkan lubang-lubang pada keramik lantai. Belum lagi kerusakan pada dinding atau tembok yang berubah kondisinya tanpa disadari. Semuanya berpotensi membawa air ke dalam rumah.

Baca juga: Kesalahan Kecil Berakibat Fatal Bagi Rumah

Pada situasi yang sudah terbilang parah, debit air yang begitu tinggi, amat mudah merobohkan bagian rumah tertentu. Berbahaya bagi seisi anggota keluarga. Biaya perbaikan terhitung lebih besar dibanding bila Anda merawat dari sekarang. Karena itu, hujan atau tidak, pantau dari sekarang. Minta saran dari mereka yang memang ahli dan terbiasa menangani rumah secara profesional.

Atap bocor

Atap bocor tampaknya asal muasal terbesar dan sering dialami oleh banyak rumah. Di awal, mungkin air tidak sampai masuk, hanya sampai membasahi plafo. Nah, hati-hati bila sudah demikian, meski air belum sampai lantai dasar.

Biasanya, plafon yang sudah tercampur air dalam durasi sekian waktu akan berubah warna dan lapuk. Setiap saat bisa mendadak roboh dan mencelakakan orang-orang yang sedang ada di bawahnya. Tak terkecuali atap yang bisa ikut jatuh.

Anda bisa menata ulang atap paling atas supaya tidak memberikan celah lagi bagi air. Jika sudah parah, tambahkan pelapis aluminium 1-2 mm pada tiap sambungan dan titik pertemuan antar material. Lakukan pula pada plafon. Namun ganti saja dengan yang baru jika memang sudah rusak sedemikian parah.

Baca juga: Cerdas Dan Hemat Membersihkan Perabot Yang Terkena Banjir

Dinding retak

Retakan pada dinding juga akses yang lancar bagi air. Retakan yang tadinya kecil, lama-lama bisa berubah jadi besar. Saat menyadari ada yang retak, berupa jalur-jalur tidak beraturan, segera tutup dengan semen. Periksa seteliti mungkin agar tidak ada retakan baru yang muncul. Baik pada bagian atas, tengah, maupun yang menempel langsung dengan dasar lantai.

Lubang toilet

Sama halnya dengan lubang toilet. Rata-rata saluran air di toilet tidak mampu mengantarkan arus menjauh dari rumah. Saluran toilet malah mengeluarkan air cukup deras dan begitu cepat. Terutama saat di luar rumah sudah terjadi banjir. Rumah kebanjiran plus terancam berbagai kuman dan penyakit.

Lubang di lantai

Meski terbilang jarang, akan tetapi lubang-lubang di lantai ikut menyumbang jalannya air masuk ke rumah. Pori-pori mini yang tidak terlihat dan sedikit demi sedikit membasahi rumah. Tetap waspada, dari lantai yang lembap, konstruksi lantai bisa berubah dan mendadak dapat memasukkan air dalam jumah debit yang besar.

Baca juga: Waspada Penyakit Yang Sering Menyerang Pasca Banjir 

Saluran air mampat

Satu lagi yang harus ikut diwaspadai adalah saluran air yang mampat. Tersumbat oleh sampah atau tumpukan tanah. Di antaranya saluran air di atas genting, wastafel, kamar mandi, dan sebagainya. Cek secara berkala dan pastikan tidak ada yang menghalangi aliran air setiap saat. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels/Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

 

Comments

comments