27

Cara Menjaga Kesehatan Lutut yang Benar

Siapa yang tak ingin punya lutut sehat hingga tua nanti? Sepertinya semua orang mengharapkannya. Karena dari lutut, kaki bisa diajak kemana saja. Jaga kesehatan lutut dari sekarang agar tetap aktif tanpa ada hambatan.

Secara anatomi, lutut terbagi dalam empat ligamen utama. Yakni anterior cruciate ligament, posterior cruciate ligament, medial collateral ligament, dan lateral collateral ligament. Keempatnya berfungsi untuk menjaga stabilitas sendi lutut. Selain itu juga terdiri dari bantalan sendi (meniskus), beberapa otot, dan tendon.

Baca juga: Efek Menopause Pada Tubuh

Seiring bertambahnya usia, bantalan antar tulang di lutut maupun sendi lain kian menipis. Lalu memicu kerusakan dan arthritis atau radang sendi. Mereka yang mengalami cenderung membutuhkan alat bantu untuk bergerak, seperti tongkat atau kursi roda. Namun, penurunan stamina lutut juga dipicu oleh faktor-faktor lain. Akumulasi dari kebiasaan tak sehat yang terus berlangsung dalam durasi lama. Baru dirasakan ketika usia sudah menumpuk dan membutuhkan banyak tenaga serta biaya untuk mengembalikannya.

Jaga berat badan

Lutut diibaratkan sebagai penopang tubuh. Kerjanya sebagai penahan beban dibantu oleh pinggung dan panggul. Semakin besar berat badan seseorang, maka semakin besar pula tekanan yang harus dirasakan oleh bagian-bagian tubuh tersebut. Makin tinggi pula risiko kerusakan pada lutut. Jadi, jaga berat badan selalu ideal. Saran yang sering terdengar untuk yang pernah cedera atau yang menunjukkan gejala-gejala ke arah kerusakan lutut. Tak terkecuali yang mengalami osteoporosis.

Perhatikan postur tubuh

Menjaga kesehatan lutut bisa pula dilakukan dengan memperhatikan postur tubuh.

Coba untuk selalu berjalan tegak. Saat duduk, badan tegak, upayakan kaki menyentuh lantai dan kaki tidak menyilang. Singkirkan bantal penopang yang terlalu tinggi dan dalam posisi silang yang lama. Ubah posisi tiap 30 menit atau begitu merasakan rasa capek pada pinggang. Saat tidur, buat pose yang nyaman, sambil tetap memperhatikan kelengkungan tulang belakang.

Baca juga: Manfaat Hebat Rutin Jalan Kaki

Aktif bergerak dan olahraga ringan

Namun bukannya menjadi alasan untuk berdiam diri. Lutut butuh diajak rutin bergerak. Tak peduli Anda pria atau wanita. Selipkan olahraga ringan jika Anda tak punya banyak waktu melakukannya. Seperti jalan kaki menuju tempat kerja, berenang, dan bersepeda. Opsi lain seperti yoga dan senam sendi juga layak untuk dijalani. Terpenting, lakukan olahraga yang sesuai kemampuan. Tidak membebani, apalagi membuat sengsara dan memberikan trauma pada lutut.

Makanan sehat

Untuk proteksi dari dalam, konsumsi makanan sehat dan bergizi. Sebaliknya hindari makanan yang menyimpan lemak jenuh dan kolesterol jahat, misalnya yang banyak terdapat dalam junkfood. Contoh makanan baik yang diperlukan lutut antara lain sayur, buah, minyak zaitun, ikan, biji-bijian utuh, susu dan olahannya, kacang-kacangan, serta teh hijau.

Baca juga: Kolang-Kaling, dari Melangsingkan Hingga Menjaga Tulang

Hindari kebiasaan merokok
Hentikan kebiasaan merokok sebagai upaya menjaga kesehatan lutut. Pasalnya bukan hanya menyerang organ-organ tubuh yang penting. Rokok juga terbukti meningkatkan risiko osteoporosis, keretakan tulang, kepadatan tulang berkurang, nyeri pinggang, dan masih banyak lagi. Andai kebiasaan merokok terus terjadi, sebelum menginjak usia tua pun, masalah pada lutut bakal mulai dirasa. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments