24

Tipe Teman Toxic Yang Wajib Dihindari

Punya banyak teman itu menyenangkan. Tapi berteman dengan tipe yang toxic perlu hati-hati. Kenali dan sadari mengenai ciri-cirinya. Karena terus menerus berada dalam lingkaran pertemanan beracun tak baik bagi kesehatan jiwa dan raga.

Kadar toxic pada diri sendiri bisa bermacam-macam. Yang jelas, teman beracun sedikit sekali membawa kontribusi positif dalam kehidupan. Sebaliknya, lebih banyak menyumbangkan hal negatif yang sedikit demi sedikit berdampak pada kebahagiaan.

Baca juga: Hindari Toksin Dalam Relasi Kerja 

Sangat disarankan ketika memiliki teman sejenis ini tidak terlalu melakukan kontak intens. Batasi diri agar tidak masuk ke pertemanan yang sangat pribadi. Apalagi menceritakan masalah yang dialami. Tetap sapa dan jaga komunikasi seperlunya saja.

Penyuka drama

Tak hanya sikapnya, tapi juga tutur katanya sarat dengan drama. Mulai dari mendramatisir segala kondisi, menggosipkan hal yang sebenarnya tak terjadi apa-apa, mengeluhkan keadaan setiap saat, dan masih banyak sikapnya yang tak menyenangkan. Sering pula bersikap paling menderita sedunia. Lantas minta dikasihani terus menerus.

Pesimistis

Si pesimistis tak pernah bisa melihat sisi positif. Sudut pandang yang dikeluarkan selalu memberi ke arah kritik tak membangun.

Termasuk pada Anda, temannya. Biasanya mereka juga cenderung bukan pendengar yang baik, tak bisa berterima kasih atas pertolongan yang sudah diterima, terlalu overthinking, dan kurang bisa bekerja sama dalam tim.

Baca juga: 5 Kalimat Yang Dihindari Saat Teman Curhat 

Playing as a victim

Teman toxic kerap menempatkan dirinya sebagai korban. Playing as a victim adalah istilah lain untuk menyebut sikapnya. Terutama pada saat terdesak, dilanda masalah, dan tidak mau mengakui kesalahan. Sebagai korban, teman akan senang mengarahkan tuduhan pada orang lain atas masalah yang menimpanya.

Standarnya adalah yang terbaik

Ciri lainnya yakni menggunakan standar dirinya sebagai patokan terbaik. Melihat orang lain dari kacamata pribadinya. Kurang mampu menganalisis kebutuhan dan nilai-nilai yang berbeda. Sehingga tipe ini terlihat kurang memiliki empati, eksklusif, dan tidak pandai mengelola emosi. Tak aneh, sekali tak suka pada orang atau kelompok tertentu, sikap antipati bakal awet dan susah diurai oleh diskusi apapun jenisnya.

Tidak sportif

Sepertinya Anda juga perlu menjauhi teman yang tidak mau sportif.

Mulai dari ingin menang sendiri, ingin paling menonjol, ingin dianggap paling baik, paling tenar, dan membuat Anda hanya pengekor saja.

Mereka tidak membuka diri untuk saran dan kritik, melainkan ramah untuk segala pujian dan sanjungan.

Membuat lelah

Serta membuat lelah tiap bersama dan setelahnya. Lelah sebab teman toxic membuat Anda sering berkorban untuk hal yang tak penting. Sebelum bertemu pun Anda sudah merasakan malas dan ada keengganan untuk membatalkan saja. Ketika berjumpa, dia hanya memikirkan kepentingannya semata. Tanpa bertanya apa yang Anda inginkan, alami, atau misalnya, di mana Anda ingin hangout weekend ini.

Baca juga: Adakah Ciri-Ciri Posesif pada Pasangan Anda? 

Cari untung terus

Cari untung terus merupakan prinsipnya. Semua yang berkaitan dengan dirinya mesti mendatangkan keuntungan. Entah materi atau laba dalam bentuk lain. Contoh sederhana adalah imbal balik ketika memberikan pertolongan pada teman. Tidak ada kata gratis. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments