22

Mengapa Liburan ke Luar Negeri Dianggap Lebih Bergengsi

Liburan keluar negeri terasa lebih bergengsi. Tentu saja kecuali saat merebaknya wabah virus Corona seperti sekarang ini. Namun di luar hal-hal luar biasa seperti sekarang ini, banyak orang merasa lebih bangga berlibur ke negara lain. Mengapa demikian?

Tentu banyak alasan yang melatarbelakangi. Selain disebabkan oleh animo pribadi yang terkadang didasari keinginan menambah pengalaman. Namun tampaknya bukan itu saja.

Di dalam negeri, area wisata dengan berbagai tema begitu melimpah. Tak kalah dengan yang ada di luar negeri. Dari wisata alam, wisata religi, hingga wisata belanja. Tapi tetap saja membicarakan liburan keluar negeri terasa ada yang berbeda.

Baca juga: Bijak Berwisata Ke Tempat yang Berbeda Budaya

Selalu ada iring-iring semangat yang menggebu-gebu. Ada kebanggaan saat menceritakan kisah wisatanya. Khususnya bagi mereka yang pertama kali pergi. Plus disertai usaha yang tidak mudah. Dari menabung, membuat itinerary, mengumpulkan informasi, dan sebagainya.

Penawaran tiket ke berbagai negara saat travel fair tak pernah sepi. Laris diburu terutama saat terpampang info promo. Unggahan foto dan video tentang seluk beluk di sana segera terpajang di laman media sosial. Lengkap dengan keterangan kata yang indah memukau.

Lebih keren

Ya, salah satunya karena luar negeri selalu dianggap lebih keren dibanding yang ada di dalam negeri. Tak terkecuali tempat wisatanya. Apalagi iklan dan citra pariwisata di luar negeri dibangun dengan begitu apiknya. Makin menggiurkan siapa saja untuk datang.

Meski hanya sekadar menikmati lukisan gaya klasik atau mengunjungi sebuah gunung suci. Yang mana di sini juga banyak tersaji. Tetapi faktor keren sudah begitu mengakar. Mengalahkan rasionalitas alam bawah pikiran.

Bonafide

Selain itu, berlibur keluar negeri dianggap bonafide.

Ada kepastian yang terjamin. Misalnya keamanan, asuransi ganti rugi, perlindungan oleh negara tujuan, serta tak ketinggalan, jaminan keindahan tempat yang bakal dikunjungi.

Dianggap sepadan dengan usaha yang telah ditempuh dan uang yang telah digelontorkan untuk menikmati itu semua. Hal ini juga tak terlepas dari gambaran negara yang telah menyandang status maju dan penduduknya makmur sejahtera.

Baca juga: Haruskah Membeli Oleh-Oleh?

Hanya diakses kalangan tertentu

Walau menggunakan paket wisata promo, sepertinya liburan keluar negeri tetap membutuhkan biaya yang lebih besar. Yang mana akhirnya menjadi petunjuk bahwa liburan keluar negeri hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu. Alias golongan mampu. Maka dari itu, mengalir rasa gengsi bagi siapa saja yang bisa menjalani.  Meski sebenarnya tak ada yang tahu perjuangan di baliknya.

Eksplorasi yang berbeda

Alasan munculnya gengsi juga terpancing oleh adanya agenda eksplorasi yang berbeda bila disandingkan hanya berada di daerah lokal saja. Di luar negeri, penikmat wisata akan bertemu dengan orang yang berbeda suku dan ras, menyantap makanan yang otentik dari sana, berkomunikasi dengan bahasa asing, berkostum sesuai musim, bermain salju, menyentuh padang pasir, dan lain-lain. Pengalaman berbeda yang layak untuk dibanggakan.

Baca juga: Berburu Produk Terkenal Negara Tujuan

Lokasi wisata lebih indah

Dan, senang karena wisata di luar negeri dianggap lebih indah, lebih unik. Entah alamnya, entah fasilitasnya, entah barang-barang yang dijajakan, dan sebagainya. Intinya segala sesuatu di negara lain lebih berkualitas dibanding yang ada di lokal. Padahal tak selalu demikian. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

 

Comments

comments