18

Memupus Rasa Bersalah Para Ibu dalam Pola Asuh

Dalam pola asuh, sebenarnya berbuat salah itu hal yang wajar. Namun seringkali meninggalkan luka mendalam bagi orang tua. Khususnya bagi para ibu yang dinilai sebagai pihak paling dekat dengan anak. Bagaimana cara memupus rasa bersalah ini?

Rasa bersalah yang menjebak para ibu dalam waktu yang cukup lama. Disadari tapi tak tepat ditangani. Merutuki diri, namun tidak menemukan solusi dengan segera. Tidak jarang pula mereka jadi depresi atau malah melampiaskan emosi yang tak tepat pada anak sendiri. Ujung-ujungnya anak dan keluarga pula yang menjadi korban. Misalnya menyalahkan diri ketika anak sakit, anak tak mau makan, anak tak berprestasi, anak berbuat nakal, dan sebagainya.

Baca juga: Balasan Telak Untuk Mom Shamer

Biasanya hal ini terjadi karena ekspektasi yang tinggi. Berkeinginan menjadi seorang ibu yang serba bisa, yang hasilnya selalu sempurna. Akan tetapi begitu mendapati kenyataan yang berbeda, rasa bersalah langsung menghampiri.

Tidak ada orang tua yang sempurna

Ingat, tidak ada orang tua yang sempurna. Tidak ada sekolah untuk khusus mencetak orang tua dengan kualitas unggul. Menjadi orang tua juga bukan kompetisi. Kesalahan bisa datang kapan saja, khususnya bagi orang tua baru. Disebabkan oleh ketidaktahuan dan pengalaman yang masih minim. Jadi, jalani saja segala prosesnya.

Ketahui sumber kesalahan

Setelahnya, ketahui sumber kesalahan. Supaya rasa bersalah tidak berlarut-larut. Terutama mengapa kesalahan dalam pola asuh sering berulang.

Bisa saja, kesalahan berasal dari alam pikiran sendiri. Di mana kemudian diekspresikan ke dalam emosi dominan yang sudah dimiliki sebelumnya, yakni emosi mudah bersalah tadi.

Jadi jangan dipupuk, melainkan segera dipupus, supaya jiwa dan raga lebih merdeka dan gembira menjalani peran sebagai ibu.

Baca juga: Efek Negatif “Helicopter Parenting”

Terus cari cara

Selain itu, imbangi dengan terus cari cara. Saat anak tidak mau makan, apa yang harus segera dilakukan? Saat anak tidak berprestasi di sekolah, apa dia masih bisa berprestasi di bidang yang lain? Tetap percaya bahwa akan ada banyak jalan terbuka begitu ada usaha yang diupayakan. Ketimbang berdiam diri dan lagi-lagi menyalahkan kondisi maupun orang lain.

Salah adalah bagian belajar

Salah adalah bagian belajar. Kesempatan yang semestinya perlu disyukuri. Karena tanpa melakukan kesalahan, tidak ada kans untuk belajar. Memperbaiki diri guna menciptakan situasi yang lebih baik. Bagi diri sendiri, anak, pasangan, juga orang lain yang terlibat dalam pola asuh.

Minta dukungan

Pupus rasa bersalah dengan membicarakan rasa yang dipendam. Terutama pada pasangan.

Suami adalah pilihan tepat dan merupakan orang terdekat. Dukungan darinya sangat dibutuhkan untuk menjalankan peran sebagai ibu sehari-hari.

Dari suami pula, biasanya muncul ide-ide segar apa yang sebaiknya ditempuh. Serta minta dukungan dari orang-orang terdekat lainnya agar dapat keluar dari rasa bersalah ini.

Baca juga: Pentingnya Bergabung Dengan Komunitas Parenting

Update informasi 

Kembangkan potensi yang sudah para ibu miliki dengan menambahkan informasi pola asuh. Seperti dari membaca di media sosial, bergabung ke komunitas parenting, mengikuti seminar, dan masih banyak cara lagi. Sekaligus pengusir stres dan menemukan teman untuk saling berbagi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments