16

Tak Gentar Menghadapi Bos yang Naksir

Punya bos yang baik dan pengertian adalah harapan setiap karyawan. Tapi berbeda, bila tindak tanduk bos mengarah pada perasaan personal. Menaruh harapan dan seakan mencurahkan asmara. Jadi lain ceritanya. Bagaimana sebaiknya menyikapi ditaksir bos sendiri?

Atasan akan menunjukkan sikap yang berbeda pada Anda dibandingkan pada bawahan yang lain. Misalnya lebih sering mengirim pesan meski masih dalam ranah pekerjaan, mengajak Anda lebih terlibat dalam pekerjaannya baik di kantor maupun di luar kantor, mulai berani mengajak makan selepas jam kantor, dan sebagainya. Tak terkecuali memberikan sentuhan fisik. Namun untuk yang satu ini Anda harus berhati-hati. Agar jatuhnya tidak sampai ke arah pelecehan dan Anda bakal jadi korban. Intinya, bagaimana membuat diri sebisa mungkin selalu berdekatan.

Baca juga: Pacaran Sehat dengan Teman Sekantor

Apa efeknya? Selain pada bos dan Anda sendiri, dampaknya juga akan dirasakan oleh rekan-rekan yang lain. Juga berpengaruh pada urusan pekerjaan sehari-hari. Karena itu, perasaan atasan yang tidak bisa ditebak memang sulit ditangani. Ada rasa segan, tak enakan, khawatir, dan sebagainya. Akan tetapi Anda bisa menyikapinya dengan bijak. Tanpa gegabah, tidak merugikan diri sendiri, namun juga siap dengan segala risiko terhadap situasi yang tak terduga.

Bagaimana perasaan sendiri?

Kenali perasaan yang datang begitu Anda menyadari ternyata bos memang benar menaksir. Menolak atau malah suka. Apapun perasaan yang menghampiri, terima saja. Sebab itu semua alamiah. Jangan terus menerus mengelak sebab tak baik bagi kesehatan jiwa Anda. Apalagi sama-sama berstatus single. Yang perlu diwaspadai adalah tindakan selanjutnya. Supaya relasi tetap lancar.

Jangan terlalu diumbar ke publik

Menolak atau menerima, sebaiknya selalu tahan diri.

Jangan sesumbar pada semua orang untuk menceritakan mengenai sikap atasan yang bersifat personal ini. Terutama menulis di media sosial.

Jika Anda memerlukan saran dari seseorang, pilih teman yang selama ini memang bisa dipercaya. Bahkan sangat disarankan untuk lebih baik merahasiakan sembari benar-benar menunggu arah hubungan akan dibawa ke mana. Bila ada yang menanyakan, jawab dengan diplomatis saja.

Baca juga: Batasan Ranah Pribadi Di Media Sosial

Tetap profesional dan mandiri

Selain itu, tetap profesional dan mandiri. Kerjakan semua tugas serta rutinitas yang memang sudah menjadi kewajiban. Boleh saja meminta bantuan pada atasan, tapi jangan dalam rangka memanfaatkan perasaan yang sudah tertanam di hatinya. Sekali dicoba, akan menjadi kebiasaan yang memanjakan. Kemudian diikuti ketergantungan yang tak baik bagi Anda dan atasan.

Mungkinkah berlanjut?

Sangat mungkin hubungan berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Terlebih tidak ada halangan. Misalnya aturan dari kantor. Semuanya tergantung dari kenyamanan dan pertimbangan Anda bila suatu saat atasan benar-benar mengungkapkan perasaannya langsung. Pun bila tak berlanjut, hubungan tetap baik-baik saja.

Baca juga: Tahu Teman Selingkuh, Diam Atau Mengingatkan?

Siap dengan gosip

Siapkan mental lahir dan batin. Adakalanya perasaan dan perlakuan istimewa dari atasan sudah dirahasiakan. Namun pada akhirnya tetap tercium juga. Menimbulkan berbagai spekulasi dari rekan-rekan. Ada yang bersikap senang, ada yang biasa saja, netral, ada yang kepo, ada pula yang antipati. Sikapi semua yang datang dengan tenang. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments