16-1

Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Saat Online Learning Karena Sekolah Ditutup

Beberapa sekolah pada akhirnya mengeluarkan kebijakan lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Aktivitas diganti dengan online learning. Di mana pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Sangat membutuhkan dukungan orang tua agar program ini sukses bagi anak dan sekolah.

Sebelumnya, online learning dimaknai kegiatan belajar dengan mengunduh materi lewat internet. Kini, berkat kecanggihan teknologi, belajar jarak jauh dilengkapi dengan tatap muka. Seperti dalam kelas, namun bedanya terjadi di depan layar. Bak guru sedang bercakap-cakap di kelas dan disambut oleh para murid.

Baca juga: Support di Rumah Guna Melengkapi Materi Sekolah

Lalu apa yang dibutuhkan dari orang tua? Sekilas online learning memang memudahkan, tapi tidak boleh dianggap enteng. Terlebih suasana belajar di rumah bisa seperti liburan panjang. Padahal tetap ada materi yang harus dipelajari dan tugas yang harus dikerjakan. Oleh sebab itu, orang tua harus menciptakan suasana yang mendukung, tak ubahnya sedang belajar di sekolah.

Rutin seperti jadwal sekolah

Bicarakan dengan anak mengenai jadwal rutin belajar. Anda bisa membuat kesepakatan mengenai jam yang sama dengan di sekolah. Langkah untuk mengantisipasi perubahan, namun tetap menjaga anak tetap dalam koridornya sebagai status pelajar. Bukan terlena lantas melupakan tugas yang tetap jadi kewajiban. Kelak kembali ke sekolah, anak sudah menggenggam materi secara optimal.

Jadi teman diskusi

Ada saatnya anak belajar sendiri, di lain waktu saatnya belajar bersama. Orang tua bisa menjadi teman diskusi.

Terutama untuk materi atau topik bahasan yang kurang dimengerti. Libatkan diri dengan menanyakan apa yang dirasakan, apa perlu bantuan, atau apa yang harus dikerjakan berdua. Namun jangan masuk terlalu dalam. Biarkan anak belajar dengan mandiri dan dengan caranya sendiri.

Baca juga: Kiat Melatih Soft Skill Anak Dari Rumah

Siapkan ruangan dan fasilitasnya

Online learning membutuhkan seperangkat alat sebagai penunjang. Contohnya laptop dan sejenis headphone. Serta buku referensi dan alat tulis lain. Pastikan semuanya tersedia. Juga ruangan khusus, misalnya kamar anak, sebagai spot tetap untuk dituju. Begitu jam belajar datang, anak sudah tahu ke mana dia harus duduk dan menghabiskan waktu.

Pantau jadwal tatap muka

Pantau terus jadwal tatap muka. Cek secara berkala kapan anak harus siap di depan layar untuk berinteraksi langsung dengan guru kelasnya. Biasanya guru akan mengomunikasikan di grup aplikasi percakapan atau jaringan pribadi. Upayakan anak bisa mengikuti dari detik pertama hingga akhir pertemuan online ini.

Cek materi dan tugas

Guru juga akan mengabarkan materi apa saja dan tugas yang mesti dikerjakan. Terutama untuk anak usia pra sekolah dan sekolah dasar.

Cek ulang apakah anak sudah memenuhi semuanya, atau masih ada yang perlu dikoreksi bersama.

Dalam hal ini, biarkan anak mengerjakan sendiri, tugas orang tua hanya memantau saja. Kecuali disebutkan menjadi tugas orang tua dan anak.

Baca juga: Bagaimana Sebaiknya Orang Tua Menyikapi Remedi?

Singkirkan distraksi

Terakhir, singkirkan segala distraksi agar iklim belajar di rumah tetap kondusif. Dari mulai mematikan televisi, tayangan tak perlu di gawai, serta memastikan anak hanya membuka kanal sehubungan dengan materi pelajaran. Termasuk gangguan dari anggota keluarga lain dan aktivitas rumah tangga yang bisa memecah konsentrasi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments