06

Hal yang Perlu Diperhatikan Soal Sunat

Sunat jamak dijalani oleh anak laki-laki. Meski demikian, ada baiknya orang tua mengetahui seluk beluknya. Guna tetap menjamin kesehatan dan kebermanfaatan sunat pada anak sendiri.

Sunat yang juga disebut dengan khitan, adalah prosedural untuk menghilangkan kulit luar yang menutupi kepala penis. Metodenya bisa bermacam-macam. Waktu tempuhnya juga terbilang amat singkat. Karena itu seringkali diadakan sunat massal, mengingat dalam sekian detik saja proses pengelupasan kulit selesai dilakukan.

Adapun manfaat yang paling terasa dengan menjalaninya ialah untuk membersihkan penis. Selain itu untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih, tertular infeksi saluran seksual, dan mencegah kanker penis atau kanker serviks pada pasangan.

Baca juga: 5 Cara Stop Kebiasaan Mengompol Anak

Dulunya pelaksanaan khitan sangat terikat pada tradisi dan kepercayaan. Tak ayal hanya di negara-negara tertentu saja yang banyak menerapkan. Namun dengan melihat efeknya pada kesehatan, banyak negara maju yang merekomendasikan. Bahkan menawarkan pada bayi yang baru lahir agar segera dikhitan.

Alasannya 

Sunat tidak hanya untuk alasan aturan suatu agama saja. Sunat juga penting, atau wajib dilakukan, karena anak laki-laki mengalami kondisi khusus. Di antaranya fimosis, yakni kulit luar penis tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis, sehingga anak merasa kesakitan saat buang air kecil.

Dapat pula karena paramifosis, di mana kulit penis tidak dapat balik ke semula setelah ditarik ke belakang. Atau, balanitis yaitu infeksi pada kepala penis. Dan, balanitis xerotica obliterans, kulit mengalami penebalan di bagian ujung dan kepala penis.Jadi beberapa kondisi ini mengharuskan anak harus segera menjalani pembedahan.

Persiapan dan prosedur

Bayi yang baru lahir, dengan umur satu atau dua hari sudah bisa disunat. Atau direntang waktu ideal umur 7-14 hari.

Dengan alasan di umur tersebut, pembentukan jaringan masih belum terbentuk sempurna sehingga pendarahan akan sangat sedikit. Waktu penyembuhan lebih cepat dengan rasa nyeri di level terendah.

Baca juga: Penanganan Pola Makan Anak Obesitas

Adapun prosedurnya bisa menggunakan bius lokal atau bius total. Tergantung dari kondisi anak dan pilihan keluarga. Biasanya dengan bius lokal, anak sudah langsung bisa dibawa pulang. Berbeda dengan bius total yang perlu menunggu beberapa saat. Anak juga dilarang makan atau minum 6 jam sebelum tindakan dimulai.

Perawatan

Setelah disunat, biasanya anak akan merasakan nyeri, bengkak, dan tidak nyaman di kepala penis. Hal ini biasanya dapat diatasi dengan paracetamol atau ibuprofen. Serta untuk menghindari luka yang menganga, sebaiknya selama masa penyembuhan, anak memakai celana dalam atau popok yang longgar. Tetap bersihkan penis setiap hari secara rutin dan perlahan-lahan. Paling tidak masa perawatan kurang lebih selama sepuluh hari.

Baca juga: Kiat Sukses Ajari Anak Mandiri Membilas Kotoran

Risiko 

Walau secara umum terbilang aman, sunat tetap mengandung risiko.

Seperti peningkatan rasa nyeri, iritasi pada kepala penis, peradangan pada lubang air kencing, pendarahan, berkurangnya sensitivitas kepala penis pada aktivitas seksual, serta pengerasan kulit pada bekas sunat

. Di samping itu, dokter atau ahli yang akan menangani sunat akan mempertanyakan riwayat kesehatan. Terutama mempertimbangkan kondisi adanya premature, kelainan bentuk penis, penis berukuran kecil, memiliki kelamin ganda, dan gangguan pembekuan darah. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments