05

Cara Efektif Ajarkan Anak Rutin Cuci Tangan

Virus Corona atau tepatnya COVID-19 mulai terindentifikasi di Indonesia. Para pakar menyarankan langkah pencegahan, salah satunya dengan sering-sering cuci tangan. Sayangnya tidak mudah untuk mengajak anak-anak rutin melakukannya.

Apalagi bila selama ini tak terbiasa. Tiba-tiba mendadak dan memaksa anak, walau sekadar, cuci tangan bukan pekerjaan ringan. Misalnya sesudah main dari luar, sebelum makan, sesudah menyentuh binatang, dan sebagainya.

Anak akan menilai aturan baru dari orang tua sebagai paksaan yang menekan. Mungkin saja akan dituruti bila sedang berdekatan. Namun rawan dilanggar ketika anak tidak berada dalam pengawasan orang tuanya.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kebersihan Mulut Dan Tangan Si Kecil

Karenanya dibutuhkan cara-cara yang mampu menumbuhkan kesadaran anak untuk mau dan mandiri cuci tangan. Kesadaran untuk memproteksi dirinya sendiri dari serangan virus berbahaya maupun penyakit lainnya. Baik saat berdekatan dengan orang tua maupun dalam kondisi sendiri saja.

Jelaskan dengan bahasa sederhana

Pada dasarnya setiap anak membutuhkan penjelasan atas segala sesuatu yang berhubungan dengan mereka. Sayangnya, hal ini kurang disadari oleh orang dewasa dan orang tuanya. Kerap memberlakukan sesuatu tanpa diawali dengan pengantar yang menerangkan.

Memang tidak mudah dan harus diulang-ulang. Namun lebih baik, berikan penjelasan yang sederhana mengapa anak mesti rutin mencuci tangan. Obrolan ini akan meningkatkan daya tarik dan kesadaran dari dalam diri. Anak tidak merasa dipaksa, tetapi diajak untuk berdaya.

Tak perlu mengancam atau menakuti

Hindari mengancam atau menakut-nakuti anak ketika dia memang tidak mau cuci tangan. Seperti nanti sakit, kuman masuk ke tubuh, juga bayangan-bayangan negatif lainnya. Apalagi ancaman yang sering tidak memiliki korelasi. Contohnya kalau tidak mau cuci tangan nanti setannya ikut masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Cara Jitu Agar Anak Jaga Kebersihan

Meski itu semua benar bisa terjadi, ancaman seperti ini hanya berdampak sementara. Sebab bila tak segera terjadi, anak hanya menganggap sebagai kebohongan belaka. Sementara dampak virus baru terasa setelah beberapa waktu. Akhirnya apa yang keluar dari mulut orang tua menguap begitu saja.Kelak saat diberi ancaman lagi, anak sudah lebih lihat menghindari daripada mentaati.

Tetap ada konsekuensi yang harus ditanggung

Pun jika ingin membuat anak patuh dan sadar bahwa cuci tangan itu penting, lakukan dengan memberikan argumentasi yang logis dan rasional. Misalnya, cuci tangan akan lebih membuat makan lebih nyaman. Karena kuman serta bakteri tak ikut ke masuk melalui mulut. Ayah, ibu, dan teman-teman juga tetap sehat. Jadi bisa terus bermain bersama.

Lebih baik gunakan ilustrasi

Gunakan ilustrasi untuk membantu anak. Salah satu caranya dengan mencelupkan tangan ke air. Lalu menempelkan tangan yang basah ke beberapa benda.

Benda-benda yang ikut basah menjadi media penularan dan menyebarkan virus kemana-mana. Maka cuci tangan yang benar dan baik akan menangkal anak tidak sampai tertular lebih parah.

Baca juga: Perkakas Yang Sering Luput Kebersihannya

Berikan empati dan hargai perasaannya

Adakalanya meski sudah dijelaskan anak tetap tak mau cuci tangan. Biarkan saja dulu dan terima sikapnya. Sampaikan kalimat jika Anda cukup memahami perasannya. Ajak kembali berdiskusi saat dia sudah tenang lagi nanti. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments