14

Seks Aman untuk Ibu Hamil

Kasih sayang berhak diberikan dan diterima oleh siapapun. Termasuk para ibu hamil dengan memberikan kesenangan tersendiri. Seperti seks aman, yang selama ini dianggap terlarang bagi mereka.

Padahal seks tetap membawa manfaat baik selama mengandung. Di antaranya membantu menjaga berat badan agar tidak berlebihan, menjaga sirkulasi darah, menguatkan otot panggul, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan antibodi. Terpenting, ibu hamil juga merasa lebih bahagia. Rasa yang juga dibutuhkan oleh janin di dalam kandungannya.

Baca juga: Persiapan Kehamilan Demi Fisik dan Mental Sehat Buah Hati

Jangan takut melakukan seks akan berpengaruh buruk pada bayi. Bayi terlindungi oleh cairan ketuban, otot-otot rahim yang kuat, juga lendir tebal yang menutupi leher rahim. Penetrasi penis pun tidak akan sampai pada leher rahim. Sehingga posisi bayi tetap aman. Penelitian juga menunjukkan, teratur bercinta saat hamil dapat mengurangi risiko kelahiran prematur. Dengan syarat, tidak ada kondisi kesehatan yang menghambat ibu untuk menjalaninya. Di samping ibu mesti rileks dan menikmati. Bukan dipaksa atau melakukan posisi yang membahayakan kehamilan.

Seberapa sering

Walau boleh melakukannya kapan saja, ada baiknya maksimal tiga kali per minggu saja. Terlalu sering berisiko terkena infeksi saluran kencing. Infeksi yang, bila terlambat ditangani, menyebabkan komplikasi kehamilan.

Untuk mencegahnya, ibu hamil dapat mengosongkan kantong kemih (buang air kecil) dan segera membasuh area vagina begitu usai melakukan hubungan seksual. Minta pula pada pasangan untuk menjaga kebersihan alat genitalnya sebelum berhubungan seksual.

Perubahan tiap trimester

Perubahan hormon yang begitu kuat saat hamil berpengaruh pula pada keinginan melakukan hubungan intim. Memang ada ibu hamil yang tidak ingin sama sekali, tapi banyak pula yang malah lebih getol dibanding sebelum masa mengandung.

Baca juga: Asal Mualnya Ibu Hamil

Seperti misalnya di trimester pertama, ibu hamil umumnya tidak terlalu bernafsu. Sebabnya tubuh mulai beradaptasi dengan kondisi awal kehamilan. Mulai dari pusing, muntah-muntah, lelah berlebihan yang menghilangkan gairah seks sama sekali.

Sementara masuk ke trimester kedua, kondisi mulai stabil. Gairah dan energi mulai kembali. Sensasi dan sensivitas ikut terkerek. Seks menjadi kebutuhan yang sering diharapkan oleh ibu hamil dari pasangan mereka.

Baca juga: Waspadai Penyakit Menular Pada Ibu Hamil

Gejolak kembali berubah begitu tiba di trimester akhir. Nyeri panggul, berat badan naik drastis, dan mood tidak menentu jadi penyebab ibu hamil tidak ingin bercinta. Dan ingat, seks saat hamil tua bisa menimbulkan kontraksi. Meski tergolong reaksi yang normal, coba hentikan dulu aktivitas seks sampai kontraksi menghilang.

Posisi

Posisi apapun sebenarnya diperbolehkan. Asal tidak menyakiti sang ibu. Mulai dari posisi misionaris, woman on top, spooning atau menyamping, dan bercinta sambil duduk. Pilih posisi yang sekiranya tidak membuat ibu hamil capek dan tidak memberikan tekanan ke arah perut.

Hindari jika

Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil wajib berpuasa dulu dari urusan bercinta. Terjadi pendarahan hebat, kram yang parah dan sering, dan gangguan pada ketuban maupun rahim. Bila seks tetap dipaksakan, kondisi tadi dapat kian parah. Plus sangat membahayakan kondisi bayi. Coba konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh info yang lebih valid. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments