09

Lanjut atau Batal Berlibur Saat Negara Tujuan Dilanda Virus Berbahaya?

Virus Corona kian merajalela. Mendominasi di Cina, juga semakin menyebar di beberapa negara lainnya. Turut mengancam jadwal perjalanan, termasuk urusan wisata. Lantas, bagaimana baiknya jika di negara tujuan berlibur terindikasi telah terlanda wabah penyakit, lanjut atau batal?

Tentu Anda harus mempertimbangkan beberapa faktor. Karena virus mematikan dampaknya tidak main-main. Virus tidak mengenal siapa yang akan diserang. Beruntung bila bisa disembuhkan, tapi bila tidak, nyawa jadi taruhan. Belum lagi dampaknya juga terasa pada berbagai aktivitas harian di negara tersebut. Ada kemungkinan terjadi gangguan ekonomi, penutupan beberapa tempat, pembatasan warga asing masuk, dan sebagainya.

Baca juga: Persiapan Sebelum Berangkat Ke Negara Terkenal Jorok

Urusan bisnis atau sekadar bersenang-senang rawan berjalan lancar. Sebab kondisi negara yang tidak mampu memfasilitasi. Malah sangat mungkin Anda terjebak dalam segala kekacauan, lalu sulit kembali ke negara asal. Jadi sekali lagi, pikirkan sebelum gegabah mengambil keputusan.

Ikuti berita

Pantau terus berita dari kanal yang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya kantor berita nasional atau media yang memang sudah dikenal kredibilitasnya. Andaikan memang menyebutkan korban hanya satu atau dua orang dan sudah diisolasi, sehingga virus relatif terkendali, tak ada salahnya mengambil perjalanan sesuai jadwal. Tapi bila sebaliknya, sebaiknya tunggu saja. Ketimbang sesampai tujuan jadi susah sendiri.

Informasi dari kedua negara

Anda juga perlu memantau informasi resmi dari dalam negeri maupun negara yang sedang dilanda wabah. Pastinya pemerintah akan segera mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya.

Meski tidak mengharamkan, tak ada salahnya mematuhi. Atau bila tetap ingin meneruskan, coba gali informasi lebih dalam lagi. Apakah perlu membekali diri dengan vaksin tertentu dan segala peralatan untuk mencegah penularan.

Baca juga: Waspadai Penyakit Menular Saat Melancong ke Negeri Orang

Tetap tidaknya jadwal penerbangan

Coba hubungi pihak maskapai. Pembatalan penerbangan pastinya mau tak mau membuat perjalanan tak sesuai rencana. Segera lakukan urusan refund atau minta ganti terbang di waktu lainnya. Jika jadwal tetap, pertimbangkan kembali untuk pergi.

Keamanan destinasi

Tilik pula bagaimana kondisi sebenarnya yang sedang terjadi di destinasi. Berbagai kabar yang simpang siur sering membuat bingung. Seperti wabah hanya melanda satu kota saja, tapi tak merembet kemana-mana. Akhirnya perasaan jadi campur aduk. Coba hubungi bila ada kenalan yang tinggal di sana. Virus yang tak kasat mata dan berukuran ekstra mini sangat efektif menimbulkan aneka kekacauan.

Siapa yang ikut berwisata

Siapa saja yang akan ikut berwisata kali ini?

Prioritaskan kondisi anggota, seperti orang tua dan anak-anak. Termasuk banyak sedikitnya jumlah rombongan.

Bagaimana nanti semuanya tetap terpenuhi kebutuhannya, serta rencana kemudahan dievakuasi tanpa harus memakan korban. Jadi tak masalah perjalanan tetap berlanjut. Asal segalanya harus dipersiapakan dengan masak.

Baca juga: Alasan Visa Ditolak

Kondisi diri sendiri

Jangan paksa jika memang kondisi diri sendiri tidak memungkinkan. Misalnya sudah memiliki riwayat penyakit alergi atau lainnya. Kondisi yang justru memberi kesempatan pada virus untuk beranak pinak. Kondisi yang juga bakal merepotkan banyak orang jika tetap memaksa pergi. Lebih baik membatalkan perjalanan, sedang lainnya tetap berangkat. Begitu nanti keadaan negara tujuan lebih stabil, tak masalah membuka lagi agenda wisata seperti rencana semula. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments