05

Bentuk Mom Shaming yang Sebaiknya Dihindari

Menjadi ibu memang punya tantangan yang luar biasa. Selain makhluk kecil yang membutuhkan perhatian setiap saat, ternyata banyak gangguan dari luar. Atau dikenal dengan mom shaming. Apa itu? Sebaiknya hindari jika tak ingin menyakiti.

Mom shaming adalah tindakan untuk mempermalukan seorang ibu. Biasanya diluncurkan pada ibu yang baru melahirkan atau dalam tahap-tahap awal pengasuhan anak.

Tindakan ini dikemas dalam lisan yang seringkali dikamuflase sebagai masukan, tetapi tidak membantu sama sekali. Sebab dikatakan dalam bahasa yang kasar, mencemooh, dan penuh kritikan.

Mom shaming justru membuat para ibu menderita. Banyak dari mereka yang mengalami perasaan takut bersalah, takut mengambil tindakan, baby blues, dan bunuh diri. Akibat tidak percaya dengan dirinya sendiri bisa menjaga anak dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: Bantu Ibu Melahirkan Terhindar Dari Baby Blues

Pelakunya pun kebanyakan dari orang-orang terdekat. Orang tua atau anggota keluarga, mertua, pasangan, teman, tetangga, sesama ibu, sesama perempuan, dan masih banyak lagi. Banyak pula para ibu yang mendapat perlakuan mom shaming dari warganet di media sosial. Karenanya tahan diri dalam memberikan komentar, terutama untuk para ibu yang tidak Anda kenal. Lebih baik diam, daripada kritikan yang menjatuhkan.

Menilai pilihan

Menilai pilihan adalah salah bentuk mom shaming. Atau membandingkan pilihan yang diambil oleh seorang ibu dengan pilihan diri sendiri. Yang paling sering terjadi adalah metode melahirkan dan lokasinya. Juga pilihan untuk menyusui atau tidak, penggunaan merk dan harga susu formula, ibu memutuskan di rumah atau bekerja di rumah, menggunakan asisten atau tidak, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Persiapkan Ini Jelang Melahirkan, Agar Tenang Dan Nyaman

Membandingkan pola asuh

Pola asuh pun tak terlepas dari kritikan. Bahkan sepertinya paling banyak disoroti. Apalagi yang terlihat berbeda dan tidak umum di kebiasaan setempat. Sudah pasti berbagai komentar mengiringi. Meski sudah dijelaskan berkali-kali, sang ibu tetap akan mendapat kritikan, layaknya telah melakukan suatu kesalahan besar.

Mengkritik bentuk tubuh

Para ibu juga kerap mengalami kritikan terhadap bentuk tubuh. Bila tubuh terlihat tetap ramping dan tampak terawat setelah melahirkan, dinilai tidak mau mengasuh anak dengan optimal. Sebaliknya, saat tubuh terlihat gemuk dan tak terurus, ibu dipandang tak mampu merawat diri. Membuat serba salah dan meninggalkan bekas yang mendalam.

Berkomentar negatif atas kondisi anak

Anak ikut dikomentari. Diarahkan pada kondisinya, meski sebenarnya tidak ada masalah dan tetap baik-baik saja. Contohnya dikatakan terlalu kurus, gemuk, hitam, atau bergender sama seperti kakaknya. Bagi ibu, komentar ini seperti cambukan keras dan menyakitkan. Kehadiran buah hati yang disayanginya seperti tak diterima oleh dunia. Padahal tidak demikian adanya.

Baca juga: Sikap Patut Saat Jenguk Bayi Baru Lahir

Semuanya bersumber dari kesalahan si ibu

Menyalahkan sang ibu atas segala sesuatu adalah cerminan lain untuk perlakuan mom shaming. Khususnya berkorelasi dengan anak dan suami. Ibu dianggap sebagai pelaku tunggal di balik peristiwa yang menimpa anggota keluarganya. Selalu dihubung-hubungkan atau dicari garis penyambungnya. Meski kadang mengada-ngada, dan tak lagi memikirkan bagaimana kondisi ibu saat peristiwa terjadi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments