04

Menghindari Warisan Sebagai Akar Permasalahan

Warisan itu wilayah abu-abu. Tabu dibicarakan, tapi kerap jadi sumber permasalahan saat pembagian. Lantas, bagaimana baiknya agar tidak terus berbuah pertikaian?

Sebab masalah yang diakibatkan oleh warisan akan berdampak panjang. Biasanya dialami oleh internal keluarga yang lama tak mempertemukan pada perdamaian. Antara orang tua yang masih hidup dengan anaknya, antara saudara kandung, atau di antara keluarga besar. Tak lagi ada bertegur sapa dengan sepenuh hati dan pertemuan hangat seperti sebelum-sebelumnya.

Baca juga: Pentingnya Anak Mengenal Keluarga Besar

Karena itu, peran dari pemberi waris sangat dibutuhkan. Selagi masih hidup, meski ada cara-cara pencegahan. Sehingga begitu saatnya tiba, warisan menjadi berkah dan rezeki bagi yang menerimanya. Sekalipun ada pihak yang tak tersebut, namun menuntut jatah pembagian, sudah bisa ditangani secara legal dan sah.

Membuat surat warisan

Sangat disarankan mereka yang ingin meninggalkan sejumlah warisan, membuat akta tertulis. Dapat surat bertuliskan tangan, dapat pula memakai surat resmi dengan disaksikan orang-orang terpercaya. Dalam surat tersebut, amat penting menyebutkan siapa saja yang akan menerima berikut jumlah atau bentuknya. Sehingga mengurangi keraguan dan kebimbangan.

Dengan berbekal tulisan, pembagian warisan akan lebih mudah. Berbeda jika hanya melalui penyampaian lisan. Apalagi dilakukan tidak bersamaan dan ditempat yang berbeda-beda. Rawan menimbulkan interpretasi dan kesalahpahaman di antara ahli waris.

Mendata seluruh aset

Data seluruh aset yang dimiliki. Misalnya rumah, tanah, bangunan, uang tunai, saham, obligasi, nilai investasi, barang antik bernilai tinggi, kendaraan bermotor, utang piutang, dan sebagainya. Tambahkan nominal yang sekiranya berlaku saat pembagian warisan.

Baca juga: Saham, Pilih Investasi Atau “Trading”?

Dan, sangat dianjurkan agar semuanya dilengkapi dengan surat sah. Selain membuat warisan kian terang benderang, para ahli waris juga tak kerepotan mengurusnya. Terlebih, seringkali permasalahan muncul akibat tiadanya bukti kuat yang menyertai barang waris. Lantas terjadi saling klaim dan merebut memiliki.

Segera memperbarui status

Segera perbaiki surat waris bila terjadi perubahan pada yang berhak menerima. Contoh yang sering terjadi adalah ahli waris yang akan menerima meninggal dan tak meninggalkan keturunan. Sehingga warisan dialihkan pada yang lain. Lebih baik sebutkan namanya, berikut penyertaan keterangan mengenai tidak berlakunya lagi surat warisan yang lama.

Menyebutkan cara pencairan

Cari tahu bagaimana cara pencairan yang benar dan sah di mata hukum. Khususnya bila harus bersangkutan dengan bank atau instansi resmi pemerintah. Apalagi ada kemungkinan batasan waktu pencairan semenjak pewaris dinyatakan meninggal.

Di samping itu, agar warisan juga tetap terjaga, alias tidak habis begitu saja, pewaris dapat menyertakan syarat-syarat tertentu. Misalnya baru dapat diperoleh setelah ahli waris menikah, berumur 21 tahun, dapat menjamin tidak akan menjualnya, serta lainnya.

Pembagian di depan notaris

Tak salah bila menggandeng bantuan ahli untuk pembagian yang adil. Seperti notaris atau pengacara yang telah ditunjuk sebelumnya. Mereka dapat menjadi wakil sah ahli waris yang telah meninggal. Mulai dari pembacaan surat, menegaskan isi surat, membantu proses pencairan, hingga penyerahan warisan. Ditambah menjadi pihak ketiga untuk memediasi konflik yang rawan muncul. (LAF)

Baca juga: Teliti Memilih Agen Properti

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments