03

Sopan Santun dalam Bertukar Pesan Singkat Lewat Ponsel

Pesan singkat lewat ponsel atau populer disebut WhatsApp sudah menjadi aplikasi andalan saat ini. Komunikasi ringkas yang mampu menampung banyak orang. Sekalipun demikian, ada etika tak tertulis tapi mengikat, dan sebaiknya dipatuhi.

Layaknya adab pergaulan di dunia yang sebenarnya. Meski tak bertatap muka, Anda sebaiknya senantiasa menjaga bahasa dan tata krama. Perhatikan apa yang Anda ketik maupun informasi yang diteruskan dari aplikasi lainnya. Ditambah, bahasa tulisan sering menimbulkan kesalahpahaman. Apalagi pengguna tidak memperhatikan penggunaan tanda baca dengan benar. Menghasilkan makna yang berbeda antara apa yang diketik dengan yang dibaca.

Baca juga: Kerja Kantor Sambil Jualan Online itu Ada Etikanya

Sopan santun kian menjadi tuntutan tatkala WhatsApp digunakan sebagai media interaksi yang bersifat profesional. Di antara sesama rekan, dengan atasan, maupun dengan klien. Cara ber-WhatsApp ikut mempengaruhi dinamika dan karier Anda.

Minta izin sebelum mengajak ke grup

Kenal atau tidak, sebaiknya Anda izin dulu sebelum menambahkannya ke dalam sebuah grup. Meminta kesediaannya bergabung. Walau sudah menjadi bagian dari pekerjaan, walau terkesan biasa saja dari sudut pandang Anda, dan walau grup akan berisi obrolan ringan. Sampaikan saja permintaan dalam kesempatan face to face, bisa pula dengan menghubunginya langsung lewat jaringan pribadi.

Ikuti aturan main di grup

Bak sedang bertamu di rumah orang, ada etika yang juga mesti dijunjung tinggi. Patuhi aturan yang sudah digariskan bersama.

Misalnya, tidak memajang foto maupun video yang mengandung sindiran atau unsur SARA, tidak menuliskan kata-kata kasar, tidak menjadikan grup sebagai ajang berjualan, kecuali memang grup Anda ditujukan untuk berjualan dan mendapat kesepakatan dari para anggota grup.

Buat semua anggota merasa nyaman dan betah berlama-lama di dalamnya.

Jaga privasi

Jaga privasi diri sendiri dan semua yang tergabung dalam grup. Jika tidak ada lampu hijau, hindari mengumbar isu pribadi atau perbincangan yang mengarah pada rumor tak jelas sumbernya. Seringkali obrolan seperti ini mengundang konflik di antara sesama anggota grup. Yang mana kemudian memicu masalah lebih besar bila tak segera selesai secara tuntas.

Ramah pada semua anggota

Ramah pada semua anggota akan menambah semarak suasana. Berikan respon secukupnya pada yang melontarkan aksi. Hindari sifat eksklusif dengan hanya membalas komentar orang-orang tertentu saja. Atau malah asyik mengobrol sendiri, sedang yang lain juga membutuhkan balasan. Hindari pula, sibuk membalas komentar di grup namun mengabaikan pesan pribadi yang masuk.

Baca juga: Cara Jitu Tanggapi Komentar Negatif Di Media Sosial

Kirim pesan sebelum telepon atau bervideo

Ada baiknya Anda meminta waktu sebelum menelepon atau menekan tombol videocall. Terlebih video akan menampilkan gambar langsung dari penerima saat itu juga. Sementara mungkin ada privasi yang tidak ingin diketahui.

Kedua aktivitas tersebut kini bisa dianggap mengganggu bila Anda tak permisi terlebih dulu.

Pamit sebelum keluar

Sopan santun dalam ber-WhatsApp juga menyangkut undur diri. Ketikkan kata-kata yang menyatakan bahwa Anda akan keluar berikut alasannya. Meski tidak harus menyebutkan alasan yang sebenarnya (untuk menghindari ketidaknyamanan), tetap kemas dalam bahasa yang sopan. Sampaikan pula rasa terima kasih dan semoga dengan keluar dari grup tidak mengurangi silaturahmi di antara sesama anggota grup. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments