30

Seluk Beluk Skuter Listrik

Beberapa saat lalu sempat gegap gempita soal penggunaan skuter listrik. Alat transportasi baru ini menuai pro dan kontra. Yuk kenali seluk beluknya. Siapa tahu Anda berminat dan ingin memiliki sendiri.

Skuter listrik mempunyai nama lain, yakni electric kick-scooters atau e-scooters. Ada pula yang menyebutnya dengan skutis. Sepenuhnya mengandalkan sumber listrik sebagai bahan bakar utama. Sehingga sama sekali tidak memproduksi asap maupun bising. Karenanya amat ramah pada lingkungan. Lebih sering dimanfaatkan sebagai media hiburan ketimbang alat transportasi seperti yang lain.

Baca juga: Mudah Dan Mandiri Merawat Sepeda

Pertama kali dibuat massal oleh Ajak Motor Vehicle yang berlokasi di New York pada tahun 1900-an. Desain awalnya dibuat dengan roda tiga. Satu roda ada di depan, dan dua roda di belakang. Lalu terus disempurnakan pada tahun 60-an dan 70-an. Hingga kemudian akhir-akhir ini kembali hits dan semarak di kalangan publik. Apalagi di kota-kota besar.

Daya tampung, kecepatan, dan model

Rata-rata skuter listrik berbobot 7-40 kilogram. Mampu menanggung berat badan penumpangnya hingga 100-200 kilogram. Kecepatannya sendiri ada di seputar 20-50km/jam. Namun ada yang bisa berlari dengan kecepatan 80km/jam. Lebih lambat bila dibandingkan dengan sepeda motor. Tetapi kecepatan yang sepertinya cukup ideal bila digunakan sebagai ajang santai.

Kebanyakan modelnya mengharuskan pengguna berdiri. Hanya untuk satu orang, meski ada beberapa model yang menyediakan tempat lebih dari satu. Mekanismenya dapat dilipat. Membuatnya mudah disimpan dan dibawa. Selain itu, secara ekonomis, lebih hemat kurang lebih 0,05$ per cas-nya dibanding sepeda motor biasa.

Baca juga: Perawatan Tepat Untuk Sepeda Lipat

Perawatan

Merawatnya pun tak terbilang susah. Kuncinya ada pada baterai. Upayakan daya baterai selalu memadai atau di atas 50 persen. Bila dibiarkan kosong, akan membuat baterai drop dan wajib mengganti dengan baterai yang baru. Tetapi di sisi lain, pengisian juga tak boleh berlebihan. Cukup empat jam dengan asumsi baterai 36 volt.

Bagian krusial lainnya adalah rem. Rem yang baik tidak akan mengurangi kinerja atau mengurangi daya tampung baterai. Oleh sebab itu cek selalu fit tidaknya rem pada skuter listrik.

Serta bersihkan secara rutin segala kotoran yang menempel. Dari debu, minyak, dan sebagainya. Penting pula untuk menghindari tanjakan. Jika terpaksa menemui medan yang naik dan terjal, lebih baik ajak skuter listrik jalan bersama saja ketimbang tetap dikendarai.

Patuhi aturan yang mengikat

Walau belum diwajibkan layaknya ada surat izin mengemudi, ada aturan hukum yang mengikat. Tepatnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Pengguna tidak bisa menjalankan skuter listrik di jalan raya.

Batas kecepatannya sendiri maksimal yang diperbolehkan hanya 15 km/jam. Dengan usia pengguna minimal 17 tahun. Angka yang disesuaikan untuk bisa mendapat SIM C. lengkap dengan helm, alat pelindung kaki dan siku, serta di malam hari wajib memakai rompi yang ada reflektor-nya. Pelanggar yang kedapatan dapat ditilang, sanksi pidana, hingga denda maksimal Rp250 ribu. (LAF)

Baca juga: Memilih Sepeda Untuk Latihan Anak

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments