29

Memberitahu Anak Saat Orang Tua Sakit Keras

Bagi orang tua, mengabarkan berita sedih pada buah hati bukan hal yang ringan. Seperti ketika salah satunya menderita sakit keras. Anak harus dibuat mengerti dengan kondisi yang sedang dialami keluarga.

Sebab sakitnya orang tua berdampak pada banyak hal. Dari kegiatan sehari-hari hingga berefek pada tumbuh kembang anak itu sendiri. Anak tidak bisa merasakan kehadiran orang tuanya yang sedang sakit dengan optimal. Mungkin sebelum sakit bisa menemani setiap saat, tapi semuanya berubah ketika mendapati penyakit serius datang.

Baca juga: Tak Perlu Cemas Saat Terpaksa Jadi Single Parent

Tantangan orang tua semakin beragam tatkala jumlah anak lebih dari satu. Ada karakter yang berbeda, ada kebutuhan yang tak sama, ada pengertian yang beragam pula. Semuanya berujung pada sikap penerimaan yang tak bisa dipaksa. Bahkan juga menghasilkan cara pelampiasan emosi yang tak disangka-sangka.

Tetap memberitahu

Seberat apapun beban penyakit yang ada, tetap beritahu. Anak berhak dan perlu untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Langsung dari orang tua, bukan dari orang lain. Bisa jadi anak tetap akan sedih. Namun lebih baik ketimbang kondisi yang tak terkontrol bila mendengar dari yang lain. Ada kemungkinan berita menjadi tak benar, lantas anak merasa dibohongi dengan keadaan yang sesungguhnya.

Sesuai nalar dan umur

Beritahu sesuai dengan nalar dan umurnya. Ketika anak sudah mencapai usia remaja atau dewasa, orang tua bisa menggunakan bahasa yang bebas.

Berbeda bila anak masih kecil atau ada di sekolah dasar. Komunikasi mesti dibuat sederhana dan lebih hati-hati.

Tapi tetap tak boleh ada unsur kebohongan, karenanya wajib dikemas dalam bahasa yang mudah dicerna.

Baca juga: Ayah Single Parent Dalam Mengisi Peran Ibu

Siap untuk berperan ganda

Selain itu, siapkan diri untuk berperan ganda. Ayah yang juga berposisi sebagai ibu, dan juga sebaliknya. Mengisi kekosongan sehingga anak tak benar-benar merasakan kehilangan. Anak merasa tetap memiliki keluarga yang utuh. Walau tahu ayah atau ibunya tak bisa menghabiskan banyak waktu dengannya.

Kawal daya imajinasinya

Serta kawal daya imajinasinya. Terkadang bayangan anak dapat berlebihan, melebihi ekspektasi yang sebenarnya terjadi. Terutama pengaruh dari film, sinetron, atau media yang kerap melebih-lebihkan fenomena akan suatu penyakit. Lantas berujung pada kesedihan mendalam dan tekanan psikologis. Jadi orang tua perlu menerangkan kadar sakit berikut waktu pengobatan yang sekiranya dibutuhkan.

Sepakat menghadapi perubahan

Cari cara untuk menghadapi aneka perubahan. Perubahan finansial, perubahan aktivitas di rumah, perubahan ketika liburan, dan sebagainya. Hal ini akan menggugah empati anak untuk lebih mau peduli dan mengerti. Langkah yang juga akan menuntunnya untuk siap mandiri serta dewasa.

Baca juga: Orang Tua Tunggal, Pilih Kerja Kantor atau Usaha Sendiri?

Termasuk kemungkinan paling buruk

Tak ada yang bisa menebak bagaimana jadinya ketika penyakit tak mau pergi juga. Siap-siap saja dengan kemungkinan paling buruk. Pukulan berat bagi orang tua, terutama, anak-anak.

Fasenya mungkin berawal dari penolakan hingga membutuhkan waktu yang lama untuk mau menerima.

Setidaknya dengan membuat persiapan dari sekarang, penerimaan oleh anak lebih cepat dan tanpa banyak drama. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments