28

Menikah Dengan Janda, Ini yang Harus Dipersiapkan

Sama-sama menuju sebuah fase pernikahan, namun tetap ada yang beda bila akan menikahi seorang janda. Ada tantangan yang luar biasa, dan perlu diimbangi dengan berbagai persiapan. Apa saja?

Salah satunya persiapan yang datang dari diri sendiri. Benar-benar yakin sepenuh hati dengan pilihan. Terlebih ada begitu banyak stigma yang kerap menjatuhkan posisi seorang janda. Sedang Anda merupakan pria single dengan segala kelebihan. Opsi menikah dengan janda bisa dinilai sebagai kesalahan besar dan hanya membawa pada kesengsaraan.

Baca juga: Sebelum Menerima Lamaran Duda Punya Anak

Namun jangan terjebak pada pandangan seperti ini terus menerus. Kembali pada pilihan yang seharusnya dilandasi kesadaran dan cinta. Bukan hanya menitikberatkan pada asmara, melainkan juga niat baik untuk menjadikan pernikahan sebagai perjuangan bersama. Menuju kehidupan yang bahagia dan damai hingga maut memisahkan nanti.

Mental wajib kuat

Tanpa diminta, membangun mental yang kuat harus diinisiasi sendiri. Apalagi kelak Anda akan berperan sebagai kepala keluarga. Label janda belum tentu menghilang bagi pasangan walau ia telah menikah dengan Anda. Ditambah aneka hembusan gosip dan terpaan badai yang bisa datang kapan saja serta dari siapa saja. Rekatkan hubungan agar tak satupun rumor tak sehat menyelip di antara Anda dan dia.

Abaikan stigma

Butuh trust yang kuat satu dengan yang lain. Guna menangkis stigma yang sangat mungkin pada akhirnya berpengaruh ke pendirian dan putusan menikah. Coba bicarakan setiap hal yang dirasa. Tak ada gunanya membiarkan bayangan yang berkembang di alam pikiran sendiri dan membuat hubungan berantakan. Padahal belum tentu benar.

Menerima apa adanya

Tentu Anda harus menerima dia apa adanya. Dengan segala masa lalunya. Yang mungkin lebih banyak cerita bahagia, atau malah sebaliknya. Plus menerima anak yang sudah pasti akan menjadi tanggung jawab Anda begitu menyandang status suami. Di samping juga menerima pengalamannya yang lebih dalam membina hubungan pernikahan. Anggap saja pengalamannya sebagai ajang belajar dan menutupi kekurangan yang belum Anda pahami.

Baca juga: Mencuri Hati Calon Anak Tiri

Lebih baik fokus ke masa depan

Daripada memusingkan bayang-bayang serta rumor yang tak berkesudahan, ada baiknya dialihkan pada rencana masa depan.

Bagaimana sebaiknya membina relasi pernikahan yang pertama bagi Anda dan kedua baginya, bagaimana mengasuh anak, bagaimana mengatur keuangan, tempat apa saja yang ingin dikunjungi, dan sebagainya. Fokus yang membawa kebaikan.

Menjaga silaturahmi

Persiapan lain yang tak kalah penting adalah menjaga silaturahmi. Di antaranya ada keluarga besar dan saudara-saudara terdekat sang istri. Termasuk komunikasi hangat dengan mantan dari istri. Sehubungan dengan adanya anak yang memerlukan relasi harmoni dalam lingkaran keluarganya. Harmoni yang juga berpengaruh pada kedamaian pernikahan.

Baca juga: Campur Tangan Keluarga Besar yang Tak Disukai Pasangan Baru Menikah

Restu

Satu lagi yang tak boleh terlewat ialah restu. Khususnya dari orang tua atau nuclear family. Izin menikah sebagai bekal besar menuju fase baru dengan penuh kelegaan. Sekaligus support system tangguh yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai gemuruh cobaan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments