25

Mengintip Pabrik Pembuatan Kue Keranjang Legendaris di Tangerang

Kue keranjang atau nian go merupakan bagian dari tradisi Imlek, atau perayaan tahun baru Cina. EBIN sempat menengok langsung pabrik pembuatan kue keranjang legendaris di Tangerang. Pabrik ini tak hanya memasok kue keranjang ke sekitar Tangerang, tapi juga ke Jakarta hingga luar kota.

Ny. Lauw, itulah nama salah satu distributor dan pembuat kue keranjang tertua dan terbesar di Kota Tangerang. Letaknya di Jl. Bouroq RT 01/01 Gang SPG no. 55, kelurahan Karangsari. “Kami merupakan generasi ketiga. Entah pertama kali dibuat tahun berapa. Generasi kedua saja sudah ada sejak tahun 1962,” ujar Reni, pemilik sekaligus generasi ketiga pembuat dodol dan kue keranjang Ny. Lauw (Yong).

Baca juga: Sajian Ikonik Saat Sin Cia

Letak pabrik ini cukup tersembunyi, berada di jalan sempit atau gang. Di gang tersebut ada dua tempat pembuat kue keranjang dan dodol, yaitu Ny. Lauw (Kim Wie) dan Ny. Lauw (Yong), keduanya merupakan keturunan dari Ny. Lauw. Namun pabrik asli atau yang legendaris adalah Ny. Lauw (Yong). Letaknya lebih ke dalam gang, dibanding Ny. Lauw (Kim Wie).

Proses Pemasakan Hingga Sebulan

Kesibukan pembuatan kue keranjang.

Bagian depan pabrik yang merupakan toko sekaligus kantor, sudah menjadi bangunan yang modern, dengan keramik terang dan interior simpel namun bersih. Ketika melangkah lebih ke belakang, ke arah tempat pembuatan kue keranjang, aroma kayu bakar dan manisnya gula yang dimasak, langsung menyapa indra penciuman.

Di sini, proses pemasakan kue keranjang memang masih tradisional, yaitu menggunakan kayu bakar. Sehingga menghasilkan wangi yang khas.

Fermentasi

Di dalam pabrik terlihat tong-tong besar berisi biang kue keranjang. Biang ini merupakan campuran tepung ketan yang sudah dihaluskan dengan gula cair lalu diaduk dalam mesin giling. Setelah itu difermentasi selama sebulan. Proses fermentasi inilah yang nanti membuat kue keranjang jadi berwarna cokelat kemerahan setelah dikukus.

Pengadukan

Setelah biang kue keranjang siap, biang tersebut kemudian diaduk kembali menggunakan mesin pengaduk dan dicampur dengan gula cair.

Penimbangan

Setelah diaduk, adonan dimasukkan ke dalam wadah dan ditimbang satu per satu secara manual. Satu wadah berisi 500 gram adonan.

Dimasukkan ke dandang raksasa

Adonan yang diwadahi kemudian dimasukkan ke dalam dandang besar setinggi 3 meter. Kemudian dikukus selama 12 jam. Pengukusan yang lama ini membuat aroma dan bahan-bahan termasak dengan sempurna, sehingga kue keranjang dapat tahan lama.

Di sini terdapat enam dandang ukuran besar. Setiap dandang menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Satu dandang bisa memuat hingga 300 kg kue keranjang.

Dipadatkan

Karena kue keranjang yang baru matang masih bertekstur lunak seperti gel, kue keranjang yang sudah matang diletakkan di atas rak dan dibiarkan selama tiga hari. Tujuannya adalah agar kue keranjang tersebut berubah menjadi lebih padat. Setelah itu, kue keranjang pun siap dijual.

Menyimpan Kue Keranjang

Karena menggunakan proses masak slow cooking, kue keranjang bisa bertahan lama. “Bahkan bisa bertahan hingga setahun bila dimasukkan ke dalam kulkas,” ujar Reni. Menurutnya, agar tahan lama, setelah kue keranjang terlihat mengeras, langsung dimasukkan ke dalam kulkas. (YBI)

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Yudhanti

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments