17

Berbahaya Atau Tidak Tahi Lalat di Tubuh?

Hampir semua orang memiliki tahi lalat. Suatu kondisi yang umumnya tidak berbahaya. Meski begitu ada tahi lalat sebagai penanda adanya penyakit. Kenali dan bedakan. Mana yang normal dan mana yang tidak.

Tahi lalat terbentuk dari pigmen kulit atau zat warna yang disebut melanosit, yang berposisi bergerombol. Warnanya tidak hanya hitam atau cokelat. Untuk orang yang berkulit putih, tahi lalat bisa menyamai warna kulit, sama halnya yang terjadi pada orang berkulit hitam. Tahi lalat hampir tak tampak sama sekali. Bentuknya ada yang bulat, oval, menonjol, atau datar. Ada yang tumbuh secara kasar, ada pula yang halus. Kadang di tengahnya tumbuh bulu rambut.

Baca juga: Kulit Sehat Tanpa Repot

Mulai ada sejak seseorang dilahirkan. Atau mulai tumbuh hingga rentang umur 25 tahun. Saat fase remaja, tahi lalat dapat bertambah banyak. Normalnya, ada 10-40 buah. Ketika menginjak usia 40-an, warna tahi lalat akan memudar sebagai respon terhadap hormon.

Tahi lalat normal

Tahi lalat yang normal mempunyai warna yang merata. Di antaranya ada yang bernuansa hitam kecokelatan, biru-keunguan (Mongolian spot), noda kemerahan (salmon patches), keunguan (hemangioma), dan hitam legam.

Ukurannya berkisar di diameter enam milimeter (sebesar penghapus di ujung pensil). Tahi lalat dapat menyatu rata atau timbul terangkat. Jangan khawatir bila terasa kasar atau halus.

Terpenting, setelah masa pertumbuhannya selesai, tahi lalat memiliki kondisi yang sama terhadap ukuran, warna, dan bentuknya selama bertahun-tahun.

Kemudian, tetap tenang jika saat mengalami kehamilan, tahi lalat akan berubah semakin gelap. Tahi lalat memang memiliki reaksi kuat terhadap hormon. Terlebih ketika remaja atau menginjak usia 40 tahun ke atas. Kecuali mendadak muncul tahi lalat yang baru, Anda perlu mencurigai. Segera periksakan untuk memastikan apakah tahi lalat masuk kelompok normal atau tidak.

Baca juga: Kapan Harus Segera Menemui Dokter Kulit?

Tanda kanker kulit

Tahi lalat yang tidak normal sering diacukan sebagai adanya kanker kulit. Dikenal pula dengan nama melanoma. Jenis kanker kulit yang paling mematikan.

Awalnya tahi lalat terasa datar, namun lama-kelamaan membesar. Disertai pentunjuk lain yang menguatkan bahwa fenomena tersebut adalah kanker.

Ada pedoman ABCDE yang bisa menuntun Anda untuk mengenali jenis tahi lalat yang satu ini.

A untuk asymmetry (asimetri). Pada tahi lalat yang normal, semua sisinya berbentuk simetris. Sedangkan pada yang tidak, ada ketidakcocokan dalam ukuran dan bentuk. Satu sisi bisa tumbuh lebih cepat dibanding sisi yang lain. Sehingga polanya tidak beraturan.

Lalu, B untuk border (pinggiran). Jika tepi tahi lalat tak jelas, atau seperti tercampur warna kulit, maka bisa jadi ini pertanda kanker. Dampak dari pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.

C untuk colour (warna). Tanda lainnya adalah beragamnya warna yang berubah-ubah dalam satu tahi lalat. D untuk diameter. Tahi lalat tiba-tiba berubah membesar, lebih dari enam millimeter. Meski ada yang berukuran lebih kecil. Dan E untuk evolving (perubahan). Kanker kulit mengalami perubahan bentuk, warna, dan ukuran. Lengkap dengan rasa gatal, bernanah, berdarah, nyeri, dan sebagainya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments