15

Temukan Gaya Belajar yang Pas Sesuai Tipe Anak

Tahukah Anda bahwa sebenarnya gaya belajar tidak bisa disamaratakan. Ada beberapa gaya yang berbeda yang perlu disesuaikan dengan tipe atau karakter anak. Apa saja gaya tersebut?

Memahami gaya yang tepat akan sangat mendukung anak dalam proses belajarnya. Terutama dalam penerimaan informasi, mencerna, mengelola, hingga pada tahap penerimaan. Juga diikuti tahap penyeleksian serta pengembangan. Di mana anak mampu meneruskan ke fase berikutnya, yakni kritis dan kreatif.

Masalahnya, semua itu sangat mengandalkan sumber yang berada pada diri anak sendiri. Tidak semata-mata dari tenaga pengajar atau fasilitas semata. Karakter anak dan bakatnya perlu mendapat pengakuan.

Bukan memberikan satu gaya, dengan harapan semua anak akan lantas menyerap materi dengan baik. Atau dikenal dengan istilah cookie cutter. Satu adonan dicetak massal dalam bentuk yang sama.

Baca juga: Gaya Belajar yang Cocok Untuk Generasi Sekarang

Bila yang terjadi demikian, orang tua dan anak mesti siap menanggung konsekuensi. Di antaranya anak dapat tertuduh sebagai murid tak berkompeten. Padahal yang terjadi adalah proses transformasi ilmu pengetahuan yang kurang pas. Di samping ada bakat dan minat anak yang belum terwadahi dengan baik. Kenali kembali gaya anak. Satu dengan yang lain tidak bisa dipaksa untuk mengikuti gaya sama yang dianggap paling baik.

Gaya visual

Sesuai namanya, visual, gaya ini amat mengandalkan indera penglihatan. Ditandai dengan kemampuan mengingat yang cukup cepat, tidak mudah terganggu oleh berbagai suara, dan detail dalam menggambarkan sesuatu. Anak juga memiliki ingatan yang kental pada bentuk, warna, dan urusan artistik. Soal penampilan, akan tampak pada kerapian, keindahan, dan segala sesuatunya teratur.

Gaya auditori

Gaya auditori menekankan pada kemampuan mendengarkan yang andal. Daya ingat kuat, tidak mampu konsentrasi jika suasana tidak kondusif, senang bercerita, berdiskusi, dan me-recall apa yang telah didengar. Anak dengan gaya auditori akan lebih senang bertanya langsung ketimbang memperhatikan petunjuk. Bila dalam proses menghafal, nampak jelas anak akan membacanya dengan keras-keras.

Baca juga: Mengintip Gaya Belajar Anak Zaman Now

Gaya kinestetik

Gaya belajar yang satu ini melibatkan banyak gerakan. Menyukai proses belajar langsung pada praktek, menggunakan contoh nyata sebagai bantuan objek belajar, dan menyukai aktivitas yang aktif atau dikemas dalam permainan. Anak juga senang terlibat dalam tim yang membutuhkan kerja sama, misalnya dalam tim musik atau drama.

Gaya global

Anak dengan gaya belajar global, lebih mengarah pada kemampuan melihat objek secara menyeluruh lalu menghubungkan dengan objek-objek yang lain.

Anak bisa melakukan banyak tugas sekaligus, menjalin kerja sama dengan orang lain, sensitif melihat persoalan, dan tepat mengutarakan kata-kata sesuai dengan apa yang dilihat.

Daya kepekaannya dalam melihat persoalan membuat dia terangsang untuk bekerja keras dan disukai banyak orang.

Gaya analitik

Gaya analitik dalam diri seorang anak terlihat pada karakternya yang spesifik, terperinci, dan teratur. Anak sangat mengutamakan logika, fokus pada penyelesaian satu tugas baru menuju tugas yang lain, cara belajar yang konsisten dan menetap. Golongan ini lebih cocok belajar sendiri ketimbang bergabung dalam tim. (LAF)

Baca juga: Cara Membuat Anak Senang Belajar

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments