12

Haruskah Akhir Pekan Selalu Diisi Jalan-Jalan dan Liburan?

Akhir pekan kini identik dengan jalan-jalan dan liburan. Akan tetapi benarkah selalu demikian? Ada yang mengatakan iya, tapi tidak sedikit yang menjawab tidak. Jawabannya tergantung pada kenyamanan masing-masing.

Sama halnya dengan mempersepsikan tahun baru sebagai momen untuk berlibur. Atau libur karena tanggal merah dan hari raya. Apalagi ada jadwal kosong dari sekolah anak, yang kian memberikan kesempatan untuk bersenang-senang. Hampir semua orang terdorong untuk keluar rumah dan melakukan aktivitas yang sifatnya hiburan.

Belum lagi pengaruh kuat dari konten kekinian yang bersumber dari media sosial. Makin banyak orang tergerak untuk menggugah aktivitasnya di akun. Sebagian besar berisi tema piknik saat akhir pekan menjelang. Sederet foto, lengkap dengan lokasi dan aneka macam caption yang menyertai.

Baca juga: Tanda-Tanda Anda Butuh Liburan

Tak aneh bila kemudian lokasi yang disebut hiburan selalu penuh ketika weekend. Mulai dari mal, tempat kuliner, pantai, gunung, resort, hotel, dan berbagai daftar tempat rekreasi. Jalanan kian macet dan mencari sepetak parkir saja sangat susah.

Namun banyak yang tidak berkesempatan untuk liburan dan jalan-jalan ketika akhir pekan. Merangsang munculnya pertanyaan yang mengarah pada kesialan, karena apa, atau harus bagaimana?

Weekend saatnya bekerja

Bagi sebagian besar orang, akhir pekan memang adalah saatnya berlibur. Akan tetapi tidak bagi sebagian yang lain. Libur diadakan entah kapan. Justru mungkin akhir pekan saatnya mendulang keuntungan besar. Membuat mereka harus tetap bekerja sembari menyaksikan orang-orang berwisata dan membeli barang atau jasa hasil produksinya.

Maknai kembali arti liburan

Di satu sisi, ada baiknya memaknai kembali arti liburan. Liburan perlu dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan diri. Penghilang stres, menambah pengalaman, menambah keceriaan dalam keluarga, dan sebagainya. Bukan dikarenakan terdorong ego supaya tidak tertinggal oleh yang lain. Bila demikian yang terjadi, liburan akan terasa sia-sia. Maka dari itu, jalani liburan sebab memang dibutuhkan dan tidak selalu harus bertepatan dengan Sabtu atau Minggu.

Baca juga: Liburan Sempurna Di Rumah

Ada yang lebih penting

Libur dan jalan-jalan terkadang harus ditunda karena ada yang lebih penting di kala akhir pekan. Sebut saja, akibat sakit dan membutuhkan istirahat total, pekerjaan kantor yang masih tertunda, rumah yang membutuhkan sentuhan tangan alias beberes, acara keluarga, serta masih banyak lagi. Jadi prioritaskan mana yang lebih penting.

Sesuaikan finansial dan kebutuhan

Libur dan jalan-jalan tentu saja membutuhkan biaya. Sesuaikan dengan finansial yang Anda punya. Buat anggaran yang sehat supaya jalan-jalan tidak menggerus keuangan rumah tangga. Tak masalah tak menjalani setiap akhir pekan. Agenda jalan-jalan dan liburan memang membutuhkan jadwal dan itinerary yang pasti.

Baca juga: Kebiasaan Yang Bikin Dana Liburan Jebol

Agenda di rumah kadang lebih menyenangkan

Satu lagi. Tak harus keluar rumah untuk jalan-jalan. Karena acara di rumah jauh lebih menyenangkan. Ada ketenangan yang menjamin bisa beristirahat optimal. Ada anggota keluarga yang siap diajak kolaborasi memasak bersama. Ada rumah yang siap menunggu untuk diubah gayanya, sehingga hunian kian terasa menyenangkan. Semua itu adakalanya jauh lebih bermakna dibanding jalan-jalan tiap akhir pekan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments