23

Perlukah Sekolah Bilingual Bagi Anak?

Dewasa ini, sekolah dengan bilingual sudah bukan barang langka. Anak setiap hari menerima dua bahasa yang berbeda, bahkan ada yang lebih. Namun, apakah memang perlu?

Sekilas kebutuhan fasih berbahasa asing memang dibutuhkan. Seiring pergaulan global yang kian tak terbendung. Punya stok bahasa akan menjadi modal besar. Dalam berkomunikasi, dalam bersosialisasi, dan juga dalam berliterasi.

Baca juga: Cara Seru Ajarkan Anak Berbahasa Asing

Anak sejak dini sudah terbiasa menerima instruksi dan bahasa pergaulan sehari-hari. Yang dianggap wajar, serta yang dianggap beretika dalam lingkup yang lebih luas. Berlatih untuk menghindari keasingan bahasa dan tata krama sosial yang juga diselipkan oleh sekolah.

Namun, kembali lagi ke pertanyaan semula. Kebutuhan sekolah bilingual amat tergantung pada kebutuhan anak. Memang anak kecil masih belum memungkinkan untuk menentukan sekolahnya sendiri.

Akan tetapi orang tua tidak boleh melihat hanya pada perspektif faktor gengsi atau sekolah keren semata. Menjadikan anak ahli bahasa tanpa memaksa. Lebih baik menumbuhkan minat dengan menghadirkan bahasa asing sebagai teman bermain dan kesadaran menggunakannya secara bertanggung jawab.

Bahasa ibu tetap yang utama

Tanpa mengesampingkan manfaat bahasa asing, bahasa ibu tetap yang utama. Penting sekali untuk mengenalkan pertama kali lebih dulu pada bahasa yang dipakai orang tua. Atau tempat di mana dia tinggal.

Bila anak belum mengerti atau memahami garis besar makna bahasa ibunya, lebih baik tunda pemakaian bahasa asing. Seperti pada anak yang mengalami delayed speech. Jika dipaksa, yang terjadi anak mengalami kebingungan bahasa dan menyendat kelancarannya berbicara.

Untuk menunjang komunikasi dan pergaulan

Meski begitu, sekolah bilingual sangat tepat bagi sebuah keluarga yang memegang kultur berbeda. Contohnya orang tua yang berasal dari beda negara.

Ada dua bahasa ibu yang perlu dikenal anak. Maka sekolah bilingual bisa sangat membantu. Sekaligus sedikit banyak sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang oleh keluarga.

Tetap membutuhkan dukungan dari rumah

Orang tua harus tetap memberikan dukungan penuh. Tidak bisa menyerahkan begitu saja pada sekolah. Ajak anak berkomunikasi dengan bahasa asing seperti yang telah diajarkan guru-gurunya. Meski hanya dalam beberapa kalimat saja. Paling tidak hal ini akan membuatnya tetap akrab, serta menanamkan bahwa penggunaan bahasa asing tidak hanya untuk belajar di sekolah semata.

Baca juga: Support Di Rumah Guna Melengkapi Materi Sekolah

Hindari jika…..

Ada beberapa kondisi yang sebaiknya dihindari dari sekolah bilingual. Yakni apabila ada beberapa situasi yang sepertinya sangat memberikan dampak signifikan. Di antaranya terlalu sering berganti pengajar atau pendamping, guru tidak terlalu mumpuni dalam memberikan pengantar bahasa asing, dan pilih sekolah yang tidak membebani anak. Seperti menuntut untuk segera lancar dan cas cis cus berlisan bahasa asing.

Bilingual bukan tolak ukur kecerdasan

Juga ingat, bahwa bisa bercakap-cakap dalam bahasa asing bukan satu-satunya tolak ukur kecerdasan. Masih banyak bentuk kecerdasan yang lain. Sekolah bilingual memang mampu memperkaya kemampuan dan potensi anak. Namun selebihnya tetap lihat perkembangan bakat dan minatnya. Biar tak menguasai, anak tak lantas jadi antipati pada bahasa asing yang sudah dikenalkan sejak semula. (LAF)

Baca juga: Empat Tanda Sekolah Tidak Cocok Untuk Anak

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments