white-laptop-female-hand-note-pen-phone-desk-6471

Persiapan Khusus Bagi Ibu Rumah Tangga yang Akan Kembali Bekerja

Memutuskan kembali bekerja di kantor bagi seorang ibu rumah tangga adalah keputusan yang tak mudah. Perlu persiapan khusus, baik menyangkut pekerjaan maupun rumah tangga, terutama berkaitan dengan anak-anak.

Sebab anak menjadi perhitungan utama bagi seorang ibu saat akan ditinggalkan. Segala sesuatunya harus tetap baik-baik saja ketika ibu tidak ada di samping mereka. Sedangkan persiapan yang berhubungan dengan pekerjaan juga tak kalah pentingnya.

Baca juga: Orang Tua Tunggal, Pilih Kerja Kantor Atau Usaha Sendiri?

Otomatis hal ini bukan perkara gampang. Seorang ibu yang tadinya hanya berfokus di rumah, kini mesti membagi-bagi pikiran untuk banyak persoalan. Misalnya, dari mencari asisten rumah tangga atau pengasuh anak, urusan makan dan beres-beres rumah, sampai dengan pernak-pernik fashion yang layak untuk menuju meja kerja. Persiapan yang akan mengantarkan ketenangan dalam bekerja tanpa harus meninggalkan status sebagai ibu bagi anak-anak dan keluarganya.

Siap mental

Ibu wajib siap secara mental. Meninggalkan anak yang terbiasa setiap detik bersama amat sulit dijalankan. Tidak semudah bayangan. Ada aneka macam kekhawatiran yang mengiringi. Membuat keputusan kembali ke kantor menjadi abu-abu. Dan, persiapan mental baja juga harus dimiliki untuk menghadapi kerasnya dunia kerja. Persaingan, target, kolaborasi dengan tim, dan sebagainya.

Siap fisik

Siap fisik juga tak boleh dikesampingkan. Tubuh harus benar-benar fit untuk menjalani dua dunia secara bersamaan. Sebelum berangkat, segala kebutuhan anak dan seluruh anggota bisa tergaransi. Lanjut perjalanan ke kantor dengan segala keriuhannya. Sesampai di rumah lagi, anak-anak sudah menanti. Baru bisa istirahat mungkin setelah mereka terlelap. Begitu terus setiap hari hingga nanti akhir pekan atau liburan tiba.

Karena itu bekali diri dengan olahraga. Termasuk mengonsumsi makanan bergizi. Serta mengolah pikiran untuk berpositif, tenang, dan membangun perasaan bahagia.

Manajemen waktu

Jangan lupa mulai mengatur waktu yang sepertinya bakal lebih padat. Cari jalan keluar untuk mengatasi berbagai kerumitan yang terbayang, supaya benar-benar tak terjadi dihadapan. Bila perlu tulis semua yang perlu dilakukan, berikut durasi waktu, lalu tandai mana saja yang sudah dipenuhi.

Baca juga: Barang Pribadi yang Perlu Disimpan Di Kantor

Update dan mengolah skill

Harus diakui fokus di rumah membuat seorang ibu tertinggal dari hiruk pikuknya dinamika pekerjaan. Skill yang dulu harus di-upgrade lagi. Tak boleh lelah untuk menaikkan sumber daya dan potensi diri sendiri. Bukan hanya untuk mengejar ketertinggalan, melainkan juga untuk membuat kepuasan bisa menguasai materi pekerjaan.

Percaya diri

Tanamkan rasa percaya diri sebesar-besarnya. Percaya bahwa diri ini bisa melakukan seperti perempuan lain yang sudah lama bekerja.

Serta percaya relasi dengan anak-anak dan keluarga tetap dalam harmoni dan rangkulan kehangatan.

Dapat dukungan

Ibu rumah tangga yang kembali bekerja amat sangat membutuhkan dukungan penuh. Terutama dari pasangan atau suami yang memberikan izin. Dan siap me-back up keperluan rumah tangga saat istri tidak ada di rumah. Begitu pula dukungan dari anak-anak yang tak membuat berat hati melihat ibu mereka akan menghabiskan waktu tidak di sisinya. (LAF)

Baca juga: Aturan Main Mengajak Anak ke Kantor

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments