03

Waspada Penyakit yang Sering Menyerang Pasca Banjir

Di awal tahun baru, banjir menyerang Jabodetabek, termasuk Bintaro. Banyak rumah terendam, plus membuat para penghuni harus mengungsi. Waspadai pula penyakit yang sering terjadi begitu banjir usai.

Penyakit yang kerap menambah kerepotan, di mana urusan yang berkaitan dengan bajir belum selesai. Apalagi jenisnya menular. Dari tingkat yang terbilang ringan, sampai yang bersifat mematikan. Dapat menjadi endemik bila tak segera diantisipasi dari sekarang. Satu dua orang yang terkena, bisa menjadi sumber penyakit yang efektif bagi yang lain. Terlebih bagi anak-anak, balita, dan orang yang sudah renta.

Baca juga: Penyakit yang Mengintai Kala Musim Hujan

Segera bersihkan rumah di tiap sudut. Berikut segala perabot, khususnya alat makan dan memasak. Cek kebersihan sanitasi dan jalur pembuangan air. Selalu cuci tangan dan kaki dengan sabun. Jangan sembarang menyantap makanan, atau bergantian menggunakan alat makan yang sama dengan orang lain. Bila perlu bersihkan secara bertahap serta berulang. Tambahkan cairan disinfektan yang bisa disemprotkan ke udara. Sehingga kuman dan bakteri lebih optimal terberantas.

Penyakit kulit

Penyakit kulit merupakan penyakit yang umum menyerang pasca banjir usai. Terlihat jelas dari kulit yang kemerahan, rasa gatal yang amat sangat, dan cepat merambah ke sekujur tubuh. Terkesan ringan, namun tetap tak nyaman bila tak segera diobati.

Leptospirosis

Penderita yang mengidap leptospirosis akan merasakan sakit kepala, nyeri otot, demam, dan pendarahan di paru-paru. Penyakit ini ditularkan oleh kotoran atau air kencing hewan yang membawa bakteri leptospira. Terlebih penderita memiliki luka di kulit yang terbuka. Pintu lebar bagi kuman untuk segera berkembang biak dan beraksi.

ISPA

Infeksi Saluran Pernapasan Akut, atau ISPA, yaitu infeksi yang menyerang jalur penapasan. Diantaranya hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Mirip dengan flu biasa yang disertai batuk dan demam, namun kadar bahayanya lebih tinggi. Materi penularan sangat mudah. Lewat udara, air liur, dan darah.

Baca juga: Intip Daerah Properti Sebelum Transaksi

DBD dan malaria

Demam berdarah dengue dan malaria sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk. Air yang menggenang menjadi rumah besar dan nyaman bagi nyamuk. Segera berantas dan bersihkan semua sumbernya. Tak hanya di rumah, lingkungan sekitar juga harus disterilkan dari jangkauan nyamuk. Sebab kedua penyakit ini bisa berakibat fatal bila terlambat diatasi.

Tifus

Tifus atau demam tifoid, ditandai dengan demam, sakit kepala yang parah, mual, diare, dan hilangnya nafsu makan. Menyerang bagian usus halus. Ditularkan oleh air dan makanan yang telah tercemari bakteri salmonella yang terkandung dalam kotoran hewan.

Diare

Diare juga penyakit umum yang mengintai setelah banjir selesai. Khususnya pada lingkungan atau rumah yang belum dibersihkan secara maksimal. Kotoran atau bakteri mengontaminasi makanan, lantas masuk ke dalam tubuh. Diare membuat penderitanya buang-buang air besar. Intensitasnya terlalu sering, sehingga sering menyedot cairan tubuh. Pada fase yang parah, diare juga dibarengi dengan lendir darah dan kram yang cukup hebat. (LAF)

Baca juga: Menangani Mobil Terendam

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments