04-2

Hak Anak yang Sering Dilanggar Orang Tua

Adakalanya orang tua melanggar hak anak. Tak sengaja dilakukan dan tak disadari. Daripada terus berulang lalu merugikan anak sendiri, lebih baik cek dari sekarang.

Karena pelanggaran ini kerap kontradiksi dengan apa yang dicita-citakan dalam pola asuh. Misalnya orang tua ingin memberikan yang terbaik pada anak. Dengan harapan anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan sukses di masa mendatang. Sudah merasa cukup bahkan sempurna dalam menjaga mereka setiap hari.

Baca juga: Menumbuhkan Leadership Pada Diri Anak

Akan tetapi kelalaian terhadap penghargaan hak anak akan menghasilkan yang sebaliknya. Pelanggaran malah merangsang anak jauh dari kata ideal. Anak merasa tak bahagia, tak percaya diri, tak siap menghadapi berbagai masalah, juga merasa terkungkung. Serta mengakibatkan tak harmonisnya relasi antara orang tua dan anak.

Hak bertanya dan berpendapat

Setiap orang berhak untuk bertanya dan berpendapat. Demikian pula dengan anak.

Meski usia mereka masih dini, meski pertanyaan bersifat ringan, meski usul yang diajukan di luar dugaan, orang tua patut menghargai dan menanggapi.

Baca juga: Jika Anak Izin Ikut Demonstrasi

Justru dari hal yang ringan itulah, menjadi bekal yang hebat. Lain saat orang tua mengabaikan atau malah melarang anak untuk bertanya. Yang terjadi adalah komunikasi satu arah, tanpa imbal balik yang positif.

Hak bermain aktif dan mengeksplorasi

Disadari atau tidak, banyak orang tua keberatan melihat anaknya bermain aktif dan mengeksplorasi. Padahal ini termasuk hak anak. Dikarenakan kekhawatiran akan banyak hal. Misalnya takut kotor, merusak barang, kena kuman, dan sebagainya. Akhirnya melarang dan menginginkan anak tak banyak bergerak. Rentan mengalihkan pada yang disebut gadget serta game online. Anak tetap bermain tapi tak sesehat permainan fisik dan aktif.

Hak privasi

Orang tua juga sering melanggar hak privasi anak. Seperti mengunggah foto-foto anak di media sosial, terlebih dalam pose yang kurang berestetika. Atau menceritakan masalah dan rahasia anak pada banyak orang. Padahal perbuatan seperti ini bisa membunuh karakter. Banyak pula anak yang jadi tak percaya sepenuhnya pada orang tua sendiri.

Hak keselamatan

Utamakan selalu keselamatan anak. Di manapun dan kapanpun. Jangan karena menuruti ego, hak anak terabaikan. Contohnya mengajak anak berkendara motor tanpa pengamanan yang memadai. Ketika kelak anak mendapat celaka, orang tua juga yang akan menanggung dampaknya.

Hak untuk menentukan pilihan sendiri

Anak berhak menentukan pilihannya sendiri. Dimulai dari hal-hal kecil dan bersifat keseharian. Memilih mainan, gaya belajar, hobi, serta masih banyak lagi. Berikan kebebasan pada mereka sembari tetap menyelipkan pesan. Tetap bisa bertanggung jawab atas opsinya dan memanfaatkan seoptimal mungkin. Andai orang tua tidak bisa memenuhi pilihan anak, adakan diskusi terbuka supaya jalan tengah bisa ditemukan bersama.

Hak untuk beristirahat

Terakhir, acapkali orang tua tak menyadari akan kebutuhan anak beristirahat. Dengan aneka alasan, meminta anak tetap belajar atau membantunya menyelesaikan berbagai pekerjaan. Les tambahan adalah salah satu contoh bentuk yang banyak menyedot waktu istirahat anak-anak. sekaligus merebut waktu mereka yang sebenarnya bisa digunakan untuk bermain. (LAF)

Baca juga: Tantangan Anak Masa Kini

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments