01

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Selfie Ketika Berwisata

Selfie atau swafoto saat wisata sudah biasa. Tapi menjadi tak biasa jika berbuah celaka. Untuk itu, hati-hati dalam melakukannya. Perhatikan selalu faktor keamanan agar liburan tetap menyenangkan.

Sudah banyak terdengar dari berbagai media, bahwa selfie menjadi perenggut nyawa seseorang. Bahkan baru-baru ini satu keluarga mesti mengalami kecelakaan maut akibat selfie di jalan raya. Ada pula yang rela melakukan pose berbahaya, supaya foto selfie-nya bisa dinilai berkualitas. Namun ujung-ujungnya membawa bencana.

Baca juga: Gangguan Mental Terkini Karena Media Sosial

Peringatan juga sudah berkali-kali disebarkan bagi para penikmat wisata. Khususnya dari aparat keamanan atau petugas setempat. Agar pengunjung bisa mengindahkan serta mematuhi aturan.

Sayang sekali bila sampai menyepelekan keselamatan diri sendiri hanya demi sebuah foto yang menarik.

Masih untung jika masih bisa diobati. Tetapi bagaimana jika kesalahan saat ber-selfie tak memberi jejak yang bahagia di hati?

Lakukan di tempat semestinya

Lakukan di tempat yang semestinya. Banyak pihak penyelenggara wisata yang memasang spot-spot tertentu khusus untuk berswafoto. Dihiasi dengan hiasan latar belakang yang ciamik. Yang menjamin keamanan, namun tetap menjunjung tinggi estetika foto. Sedang bila tak tersedia, pastikan lokasinya tetap aman dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Baca juga: Tempat Liburan: Galeri Lukisan Tiga Dimensi

Tetap perhatikan lokasi

Selalu perhatikan lokasi di mana Anda ingin mengambil gambar. Jangan sekali-kali mengabaikan urusan keselamatan. Terutama di tempat ketinggian, tepi jurang atau lembah, bibir sungai, serta pinggir pantai. Jangan nekat berfoto di tengah jalan raya atau sisi peron meski terkesan sepi. Saat ber-selfie, ada kemungkinan konsentrasi terpecah hingga lupa bagaimana medan sekitar tempat Anda berada.

Pose sewajarnya saja

Pose sewajarnya saja. Apalagi ketika Anda sendirian. Walau keadaan di sekitar terlihat aman. Pose yang berlebihan sangat rentan membuat Anda cedera. Serta dapat melukai orang lain dan merusak fasilitas dalam area wisata. Seperti mengalami jatuh, tersandung, atau terpeleset. Terlihat sepele, tapi dampaknya bisa luar biasa bagi tubuh.

Bawa perangkat yang memadai

Anda bisa membawa perangkat yang memadai. Artinya tidak berbekal kamera atau ponsel genggam yang kadang hanya mengandalkan satu tangan semata. Membuat Anda kadang tidak siap, dan akhirnya tidak memerhatikan kondisi sekitar.

Ada alat yang bernama tongkat selfie (tongsis) dan nyalakan timer sebelum pengambilan gambar dimulai. Anda bisa bersiap-siap lebih dulu, sembari menunggu detik-detik pengambilan foto.

Minta bantuan

Atau minta saja bantuan pada orang lain saat ingin mengambil foto.

Langkah ini sekaligus berfungsi mengurangi potensi celaka saat merasa lokasi cukup berbahaya atau kesusahan mengendalikan perangkat foto sambil berpose sendirian.

Di samping orang lain dapat memberikan peringatan bila bahaya mulai mengintai.

Hindari dark tourism

Selfie bisa membuat liburan tergolong sebagai dark tourism. Yakni melanggar aturan berfoto di area-area yang tidak semestinya. Misalnya yang sudah digariskan di beberapa negara. Selfie dilarang keras apabila dilakukan di tempat sakral, tempat peringatan peristiwa masa lalu yang mengerikan, atau tempat orang berduka. Pelanggar bisa dikenai sanksi dan denda. Tidak boleh berkunjung kembali atau diberitakan negatif di dunia maya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments