29

Alat Kontrasepsi Nyaman untuk Pria

Sebenarnya telah lama para pria bisa memilih alternatif alat kontrasepsi. Tersedia dalam beberapa metode, sekaligus membantu pasangan mencegah kehamilan atau agar hubungan seksual yang lebih sehat. Pilih dan gunakan sesuai kenyamanan.

Baca juga: Varian Alat Kontrasepsi Yang Bisa Dipilih

Sayangnya penggunaan alat kontrasepsi bagi pria terganjal beberapa hal. Seperti belum marak hingga membuat ragu. Terhambat rasa enggan untuk berkonsultasi pada yang ahli. Atau masih menilai bahwa urusan kontrasepsi adalah wilayah sepihak bagi perempuan.

Padahal penggunaannya akan sangat menolong pasangan. Memang ada cara kontrasepsi yang mudah bagi pria dan wanita, yaitu memakai sistem kalender. Akan tetapi kadang bisa jebol, lantas terjadi kehamilan.

Karena itu, pemakaian kontrasepsi bagi laki-laki mengatasi halangan yang biasanya dihadapi para perempuan. Sebagai contoh, ada beberapa kasus kondisi perempuan yang tidak memungkinkan menggunakan alat kontrasepsi.

Baca juga: Memetik Manfaat Pillow Talk Bagi Pernikahan

Pasangan pihak perempuan tetap sehat. Tidak menjadi sakit karena alat penghalang hamil ini. Sebaliknya sang pria juga lebih leluasa menjalani aktivitas seksual. Tujuan yang ingin diraih, misalnya mencegah kehamilan, tetap bisa terjaga.

Ejakulasi di luar

Ejakulasi di luar disebut-sebut sebagai alat kontrasepsi paling tua di dunia. Metode yang dilakukan dengan cara mengeluarkan cairan sperma di luar area vagina. Begitu pria merasa sudah akan mencapai puncak ejakulasi, penis dikeluarkan. Langkah yang sangat murah sebagai alat kontrasepsi. Asal cairan sperma tidak sampai mengenai bagian vulva vagina, maka kehamilan kecil kemungkinan terjadi.

Namun menurut Planned Parenthood, metode ejakulasi di luar masih membuat peluang kehamilan sebesar empat persen. Cara ini juga tidak menghalangi penularan penyakit seksual.

Kondom

Metode berikutnya bernama kondom. Sangat mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang terjangkau. Tingkat efektivitasnya mencapai 98 persen. Bukan hanya kehamilan yang tercegah, kondom juga mampu melindungi dari penyebaran penyakit seksual. Oleh sebab itu, kondom disebut-sebut sebagai alat kontrasepsi yang paling sehat.

Kecuali terjadi kegagalan. Seperti kulit kondom bocor atau robek, sehingga cairan sperma tumpah. Serta ukurannya yang tidak pas. Terlalu longgar atau malah terlalu ketat, lalu membuat tidak nyaman.

Selain itu, ada beberapa mitos dalam penggunaan kondom yang keliru namun tetap banyak yang percaya. Di antaranya mesti menggunakan dua lapis kondom dan digunakan untuk dua kali penetrasi. Ketika cairan sperma tidak tertampung baik, maka tetap ada peluang terjadi kehamilan.

Suntik hormon

Suntik hormon bertujuan untuk menurunkan kadar testosteron. Menekan pertumbuhan sperma-sperma yang baru muncul. Diinjeksikan setiap 8 minggu sekali. Biaya cukup mahal. Sebagai akibat belum banyak dipasarkan dan dieksperimentalkan.

Ada baiknya suntik hormon dilakukan tepat waktu. Guna menjaga keakuratan. Sayangnya tidak kebal terhadap datangnya penyakit seksual menular.

Vasektomi

Biasanya vasektomi ditempuh bagi yang tidak ingin menambah anak secara permanen. Buah zakar akan dilubangi untuk menarik saluran sperma (vaas), dipotong, kemudian diikat ujungnya. Sperma tidak bisa lagi bercampur dengan air mani.

Disarankan, selama tiga bulan setelah menjalani operasi vasektomi, para pria tetap menggunakan alat kontrasepsi yang lain. Sebab terkadang masih ada sisa-sisa sperma di ujung vaas. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Pixabay

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments