27

5 Top Skills yang Dibutuhkan dalam Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 yang digadang-gadang mulai berlaku 2020 sudah di depan mata. Konon kabarnya bakal menggeser beberapa jenis pekerjaan. Tapi tak semua. Ada 5 top skills yang tetap dibutuhkan untuk menunjang era digital ini, di samping mempertahankan eksistensi diri.

Baca juga: Belajar Jadi Pemimpin dari Tokoh Dunia Terkini

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan kentalnya adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan ke dalam berbagai lini pekerjaan. Beberapa kalangan menilai, di era 4.0 ini, robot akan mulai menggantikan peran manusia. Teknologi menjadi perangkat andalan guna meningkatkan aktivitas perekonomian dan pendapatan.

Sayangnya, fenomena ini bakal mendatangkan kerugian. Akibat sifatnya yang disrupsi (mengacau).

Beberapa jenis pekerjaan akan menghilang, juga mereka yang tidak menguasai teknologi bakal tergeser. Atau ada di ranah pinggiran karena tidak bisa mencapai posisi yang menguntungkan.

Namun jangan hadapi dengan pesimis. Revolusi industri 4.0 masih membutuhkan skill yang tidak bisa digantikan oleh robot atau kecanggihan teknologi. Kemajuan perekonomian dan laju pesatnya tetap tergantung pada bagaimana sumber daya manusia. Berikut kapasitas dan potensi yang bahkan menjadi penentu terciptanya kecerdasan buatan. Termasuk bagaimana mengimbangi kepesatan dan perkembangannya di masa depan.

Creativity

Setiap era selalu membutuhkan kreativitas. Sebab laju kehidupan tidak bisa terus monoton. Masyarakat dan kebutuhan terus membutuhkan yang baru. Anda boleh meniru dari yang sudah ada, boleh juga mengembangkannya. Asal tetap memenuhi selera dan, khususnya, berhasil menciptakan tren. Namun akan lebih menakjubkan lagi apabila kreativitas benar-benar merupakan sesuatu yang baru dan berhasil menduduki prioritas dalam dinamika. Anda akan memetik hasil besar atas kreativitas ini.

Emotion intelligence

Tak hanya artificial intelligence, revolusi industri 4.0 juga memerlukan emotion intelligence. Kepandaian mengatur emosi diri sendiri. Di mana menghasilkan dampak pada performa diri, pekerjaan yang ditangani, juga relasi dengan orang lain. Terlebih dunia digital mampu menyimpan jejak tanpa batas. Sekali Anda melakukan tindakan emosional yang dinilai kurang beretika, siap-siap saja disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Critical thinking

Selain kreatif, Anda juga diminta terbiasa mengeluarkan ide-ide yang kritis. Kaya literasi untuk membaca situasi saat ini, kebutuhan yang belum terjangkau solusinya, serta mengenali hambatan-hambatan yang mungkin sekali spontan menghadang. Tak kalah pentingnya, kekritisan perlu diaplikasikan pada perencanaan masa depan perusahaan, strategi dalam mencapainya, dan sebagainya.

Complex problem solving

Dunia revolusi industri 4.0 memerlukan gerak cepat. Begitu masalah terjadi, penyelesaian mesti segera diputuskan. Tersistematis, menyeluruh, dan mengantisipasi celah agar tak terulang. Lebih baik lagi bila sampai menghasilkan suatu kebijakan, mampu membawa ke arah yang mencerahkan. Menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai cermin bersama, jadi ke depan makin sedikit batu sandungan.

Baca juga: Menyelesaikan Konflik Tanpa Ribet

People management

Kelemahan robot dan teknologi adalah tidak memiliki daya leadership. Dan seharusnya ini perlu dioptimalkan. Bagaimana mengumpulkan banyak pihak, bekerja sama, bernegosiasi, berkoordinasi, memikirkan pada pelayanan dan service orientation. Karena itu, melatih kepemimpinan sedari sekarang amat berguna. Tidak antipati pada hal yang baru, melainkan siap membuka diri dan belajar banyak hal darinya. (LAF)

Baca juga: Menumbuhkan Leadership Pada Diri Anak

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments