26

Bagaimana Menghadapi Orang yang Stres

Problem kesehatan mental seperti depresi dan stres bisa menimpa siapa saja. Bahkan orang-orang terdekat maupun diri sendiri. Perlu ada support satu sama lain agar penyakit mental ini tak menghampiri.

Sebab stres dan depresi bukan urusan yang remeh. Bila dibiarkan akan berkembang ke tahap yang lebih parah. Terlebih lagi mendapat tekanan yang lebih hebat. Seperti pemicu sumber stres terjadi berulang kali. Dalam kadar yang lebih berat lagi bobotnya. Atau tertambah dari faktor lain.

Saat menderita, perlu pengakuan yang sebenarnya bahwa tubuh sedang menderita. Tidak mengingkari atau mengabaikan dengan anggapan kelak bisa sembuh dengan sendirinya. Jangan ragu menceritakan pada orang yang Anda percaya. Jika teman yang mengalami, berikan dukungan sepenuhnya.

Baca juga: Kenali dan Kelola Stres Dengan Baik

Sudah banyak kasus depresi atau stres yang berakhir tragis. Seperti kisah para selebriti terkenal. Mereka seolah bahagia karena berada dalam dunia ketenaran dan kemewahan. Namun, perlahan tapi pasti penyakit mental yang diemban mengendap semakin tebal. Banyak yang memang untuk berjuang bangkit, tapi tak sedikit pula yang semakin parah.

Menjadi pendengar yang baik

 

Ada saatnya untuk tidak memberikan kata-kata bagi mereka yang tenggelam dengan masalah depresi dan stres. Cukup berperan sebagai pendengar yang baik.

Walau sebenarnya Anda juga tak tahu harus bagaimana dan solusinya seperti apa.

Paling tidak dengan mendengar, mereka yang tertimpa masalah akan lebih lega meluapkan emosi, sehingga energi negatif tak terus menerus tersimpan. Di samping tidak terjebak ke dalam alam pikirannya sendiri.

Mari lakukan sesuatu

Ajak mereka untuk bangkit. Menyakinkan dan memberikan rasa percaya diri bahwa mereka mampu melawan serta sembuh seperti sediakala. Tawarkan jalan keluar yang kemungkinan mudah dijalani. Atau tanyakan padanya ingin berbuat apa. Kadang dengan aktivitas ringan tanpa harus memikirkan beban sejenak saja, bisa menjadi terapi yang ampuh bagi mereka.

Hindari menyalahkan atau memberi label

Jangan menambah masalah dengan memberikan label tertentu atau menyalahkan si penderita. Hal yang sering diungkapkan via kata-kata tak enak didengar. Misalnya mengada-ngada, itu urusanmu, kurang iman, dan sebagainya. Tidak hanya ketika face to face, pelabelan perlu dijauhi saat berada di dunia maya. Baik kenal maupun tidak. Tindakan demikian hanya akan mengantarkan depresi dan stres kian dominan.

Baca juga: Cara Tepat Bantu Remaja Melewati Stres

Terus berkomunikasi

Komunikasi tidak cukup hanya berjalan sekali. Metode ini mesti berlangsung terus, konsisten, dan berdampak nyata bagi Anda dan penderita.

Kalaupun tidak memiliki waktu untuk bertemu, upayakan komunikasi tetap terjalin melalui media lainnya. Buka dialog dengan nada persahabatan dan tidak saling menggurui. Memang akan menyita waktu dan energi. Tapi lebih baik menyelamatkan daripada membiarkan.

Baca juga: Agar Anak Bisa Mengatasi Stres

Mencari bantuan dan tetap mendukung

Tidak ada salahnya untuk mengajukan usul mencari bantuan. Pada pakar atau ahli yang lebih pas menangani. Temani dia untuk bertemu dan berkonsultasi. Ajukan dukungan pada yang disarankan. Bisa pula dengan mempermudah supaya dia menikmati (tidak tersiksa) dengan jalan yang diusulkan oleh pakar tersebut. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments