25

Profesi Guru Tetap Menjanjikan

Setiap 25 November, Hari Guru diselenggarakan. Serentak ramai dengan berbagai ucapan selamat dan apresiasi. Namun juga tetap mengingatkan kita akan stigma profesi guru yang cukup kelam. Padahal, sadar atau tidak, di masa mendatang tetap profesi yang cemerlang.

Kelamnya profesi guru tidak terlepas dari tingkat kesejahteraan yang minim. Salah satu hal yang membuat generasi penerus tidak tertarik melirik, apalagi menekuni. Ditambah beban kerja yang terbilang cukup berat. Tuntutan profesionalisme terhadap peserta didik, menjalin harmoni dengan berbagai pihak, disamping tetap diminta terus meningkatkan kualitas diri. Pekerjaan mengajar yang akhirnya merontokkan nyali.

Baca juga: Etika Orang Tua Pada Guru

Tapi tampaknya tak selamanya demikian. Kini angin segar mulai terasa. Profesi guru terus diperhatikan tak hanya berupa lisan. Banyak upaya diperjuangkan untuk membuat mereka benar-benar bisa memanen hasil jerih payahnya. Tak sekadar pahlawan tanpa jasa, melainkan selalu mendapat makna dalam arti yang sebenar-benarnya.

Profesi rasa, tak tergantikan oleh mesin

Mengajar adalah jenis pekerjaan soal rasa. Mengutamakan relasi antar-personal yang tak bisa dikalahkan oleh teknologi. Sekalipun transfer ilmu bisa didapat melaluinya. Akan tetapi guru melebihi itu semua. Mereka langsung memberikan contoh nyata tentang perilaku pada sesama, sentuhan kasih sayang, bimbingan tanpa batas kesabaran, dan sebagainya.

Baca juga: Mengajarkan Santun dan Respek Pada Guru

Relasi humanisme yang akan terasa sampai seterusnya. Terlebih kadang ia menggantikan peran orang tua, saat anak tak berada di rumah. Wali yang berperan sementara, tapi sangat signifikan mengantarkan anak menuju masa depan yang cemerlang.

Jadi memang, profesi guru kental dengan pengorbanan. Tapi dibaliknya banyak kepuasan karena telah bisa mengantarkan antar-generasi mampu memiliki cita-cita dan menggenggamnya.

Kesejahteraan terus ditingkatkan

Kini perhatian mengenai kesejahteraan guru terus meningkat. Kenaikan gaji berkala, berbagai tunjangan, dan masih banyak lagi. Termasuk bagi sekolah-sekolah yang berada jauh dari jangkauan. Karena itu, profesi guru tetap layak dijalani, terkait imbas penghasilan yang tetap menjanjikan. Beberapa sekolah swasta juga memberikan gaji pada guru dengan cukup layak.

Perhatian pada fasilitas dan kualitas

Perhatian juga terarah pada pemberian fasilitas dan kualitas sumber daya manusianya. Banyak guru dibantu untuk bisa memperoleh aneka fasilitas guna mendukung kemudahannya mengajar. Banyak pula yang diberi kesempatan untuk menjalani kembali studi, pelatihan, serta bentuk-bentuk pengembangan diri. Supaya hasilnya bisa berdampak pada diri sendiri, juga pada masa depan anak didiknya.

Dikritisi, tapi tetap diapresiasi

Berita tak sedap mengenai relasi guru dengan orang tua acapkali terdengar. Terus mendapat kritikan maupun sanggahan. Namun, lagi-lagi, kesadaran untuk mengapresiasi juga terus bermunculan. Dukungan mengalir dari berbagai ragam komunitas untuk saling menguatkan, update tentang pengajaran terkini, dan bahu membahu mengentaskan kesulitan. Membuat banyak pihak tak seharusnya ragu akan profesi mulia ini.

Baca juga: Mengapa Perlu Percaya Pada Guru dan Sekolah?

Peluangnya selalu terbuka

Peluang menjadi guru selalu terbuka. Dimulai dari pendaftaran untuk melalui jenjang pendidikan hingga melamar pekerjaan. Tenaganya seolah tak pernah berhenti dibutuhkan. Mendidik berbagai kalangan, dengan berbagai latar belakang. Bahkan, kini tak hanya guru yang berfokus di bidang akademis saja. Di bidang non-akademis, guru juga sangat dibutuhkan dan dinanti. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay, Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments