21

Tantangan Anak Masa Kini

Kemarin, 20 November, terpilih sebagai Hari Anak Sedunia. Hari untuk mengingat kembali  akan hak dan kesejahteraan anak-anak di seluruh bagian dunia. Serta menandai adanya banyak tantangan yang harus dihadapi generasi penerus ini.

Tantangan yang kian beragam. Tak hanya di negara-negara berkembang, generasi alfa (generasi yang lahir di atas tahun 2010) di negara maju saat ini juga merasakan tantangan yang sama beratnya. Apalagi mereka yang terjebak dalam kondisi negara tidak aman. Seperti perang saudara yang tiada henti.

Jangankan untuk bebas menikmati sekolah. Untuk makan dan hidup aman setiap hari sudah menjadi persoalan tersendiri. Tak terbayangkan bagaimana masa depannya kelak.

Sedang yang tampaknya bisa menempuh sekolah dan dalam keluarga sejahtera juga tak kalah tertantangnya. Seiring perkembangan peradaban yang kental teknologi dan persaingan di segala lini. Memberikan pengaruh besar pada anak agar sejak dini bisa mengikuti itu semua.

Materi sekolah kian berat

Materi sekolah yang harus dijalani anak-anak sekarang terbilang berat. Ada sekian tes yang mesti lulus demi bisa masuk ke jenis sekolah tertentu. Ada ujian akhir yang menuntut siswa menghasilkan nilai memuaskan. Beban kian berat saat masih ada tambahan les guna mengimbangi bobot materi di sekolah. Waktu tersedot untuk terus belajar, hanya sedikit tersisa untuk bermain dengan leluasa.

Baca juga: Empat Tanda Sekolah Tidak Cocok untuk Anak

Tumbuh di dunia digital

Generasi alfa adalah generasi pertama yang sejak lahir hidup di antara gadget. Membuat mereka akrab terhadap segala kompleksitasnya. Namun juga tantangan berat, karena tanpa bekal yang cukup malah akan menjerumuskan mereka. Sebab itu, jangan biarkan anak-anak sendiri. Dampingi dan berikan arahan supaya internet menjadi teman yang sehat.

Kompetisi ketat

Tantangan juga tercipta berupa kompetisi ketat. Dinamika dunia kerja yang tak menentu dan masa depan yang tak bisa diprediksi menghasilkan tuntutan besar pada anak. Maka dari itu, tak aneh melihat anak-anak sekarang digenjot dalam bidang akademik maupun non-akademik. Semata-mata membuka peluangnya lebih besar dan menggapai kesuksesan dari sekarang.

Gaya hidup tak sehat

Gaya hidup tak sehat pun ikut mengintai. Santapan makanan berpengawet, kaya gula, kalori dan lemak berlebihan, juga pasif dalam gerak fisik adalah sebagian contohnya. Tak ayal, di usia yang terbilang muda, sudah banyak yang menderita penyakit kronis. Macam diabetes, gagal ginjal, obesitas, mata minus tinggi, dan sebagainya.

Baca juga: Waspada Diabetes pada Anak

Terpicu dewasa sebelum waktunya

Anak-anak sekarang terangsang untuk tumbuh cepat dewasa sebelum waktunya. Sebagai efek samping banyaknya peredaran suguhan tontonan tak layak.

Mulai dari pornografi, pergaulan bebas, narkoba, game untuk usia dewasa, serta lainnya. Ditambah kemudahan akses, membuat anak gampang menjangkau semua itu. Ketika sudah mendapat efek buruknya, bisa seumur hidup merasakannya.

Masalah lingkungan

Tantangan juga datang dari lingkungan. Perubahan iklim yang terasa dari tahun ke tahun, pencemaran udara yang menyeret sekian penyakit, ancaman jumlah air bersih, sampah plastik yang mulai meracuni tubuh dan makanan, serta lainnya. Mengintai kesehatan kapan saja. Akan tetapi tidak cepat tersadari dan butuh banyak perangkat untuk mengatasinya. (LAF)

Baca juga: Ciri-Ciri Rumah Ramah Anak

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments