20

Tak Perlu Takut Menghadapi Teknologi Disrupsi

Kehadiran teknologi disrupsi tak bisa dihindari dalam dunia usaha. Tak perlu pula ditakuti. Ada jalan berupa adaptasi untuk menyeimbangkan diri. Usaha tetap berjalan, tetap sukses, dan terpenting tak ketinggalan zaman.

Teknologi disrupsi memang mengundang tantangan. Harus diakui ia bisa merusak tatanan pasar yang sudah berjalan. Namun tidak hanya untuk kasus transportasi saja. Inovasi ini juga menyentuh sosial, politik, ekonomi, budaya, dan masih banyak lagi.

Teknologi disrupsi menawarkan skala bisnis dengan pembiayaan yang ringan, cepat menjawab kebutuhan, membuka pasar-pasar baru, menyentuh konsumen yang selama ini tidak menjadi sasaran, dan pastinya mudah diakses. Dengan demikian, perusahaan yang selama ini menjalankan pola lama perlahan menjadi tersaingi dan tersingkir.

Ingin dihindari, namun justru kian diminati oleh kalangan luas. Maka, mau tak mau harus segera berbenah diri. Mulai melakukan introspeksi dari dalam, berkelanjutan, dan konsisten.

Baca juga: Tak Ikut Seret Menjelang Perusahaan Bangkrut

Ubah pola pikir

Jangan terlalu puas dengan pola pikir dan kinerja selama ini. Coba pikirkan serta utak-atik lagi. Ubah segera walau terasa sulit dilakukan. Biasakan diri untuk menjadi pribadi yang dapat seimbang dan supel menghadapi segala yang baru. Tak terkecuali teknologi disrupsi ini. Bila perlu, gandeng pihak-pihak konsultan guna mendapat saran yang jitu.

Lihat selalu perubahan dan riset

Perubahan semakin cepat, tak ada gunanya terus mempertahankan pandangan konvensional. Sebaiknya, terus pantau perubahan yang ada di pasar. Khususnya target-target konsumen utama. Imbangi dengan riset yang mendalam dan berkala, agar perubahan terbaca dengan valid. Lantas terapkan pada kebijakan atau jejak langkah yang baru agar terus maju.

Tingkatkan kualitas

Tingkatkan kualitas dalam berbagai hal. Pada mutu pelayanan, mutu produk atau jasa yang ditawarkan, mutu iklan dan branding perusahaan, fokus pada target, juga menuju ke arah kerja yang smart. Di samping tetap bekerja keras sembari mau mengorbankan diri, untuk memperoleh hasil yang lebih. Sebab kompetisi makin ketat. Berleha-leha hanya akan membuka peluang gagal bagi diri sendiri.

Terus berinovasi

Selain itu, terus lakukan inovasi. Tambahkan yang selama ini tak ada, namun bisa memberi nilai lebih. Contohnya sesuatu baru yang belum banyak dikenal akan tetapi bisa menjadi buruan utama di pasar. Lebih baik jika angka animo stabil, juga dibarengi dengan inovasi yang terus menerus.

Ganti haluan

Bila kehadiran teknologi disrupsi tidak cocok dengan jenis usaha sekarang, tak salah bila Anda memutuskan untuk ganti haluan. Menuju bidang lain, yang mungkin selama ini tidak terpikirkan.

Hal ini bukan semata-mata agar keuntungan tetap di tangan, melainkan juga demi eksistensi banyak orang di bawah naungan perusahaan supaya bisa tetap eksis sejalan dengan canggihnya teknologi yang sedang berlaku.

Baca juga: Jenis Usaha yang Mulai Suram

Mau bekerja sama

Terakhir, libatkan diri untuk lebih terbuka. Mau bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi. Apalagi dunia usaha yang kompetitif siap menggerus mereka yang terlihat lemah serta tak memiliki mitra. Dengan menggandeng banyak pihak, bukan saja bisa belajar bersama, tapi juga upaya menciptakan benteng proteksi bagi jalannya usaha. (LAF)

Baca juga: Agar Patungan Usaha dengan Teman Tak Jadi Bubar

 

Foto ilustrasi: Pexels

Foto Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments