19

Mengatasi Anak yang Mogok Sekolah di Tengah Jalan

Menjadi masalah besar ketika suatu waktu anak mendadak mogok tak mau sekolah. Tak mudah membujuknya, sedang memaksa anak untuk tetap ke sekolah juga tak tepat. Orang tua harus memikirkan cara lain yang lebih baik.

Fenomena mogok sekolah bisa dialami anak di umur berapa saja. Penyebabnya sendiri bisa beraneka. Mungkin karena dia sakit, merasa tak punya teman dekat, dimusuhi banyak teman, sering dirundung, tidak cocok dengan guru, tidak bisa mengikuti pelajaran, dan sebagainya.

Baca juga: Mengapa Anak Malas Ke Sekolah?

Bisa pula karena faktor yang datangnya dari rumah. Anak merasa orang tua tidak terlalu memperhatikan kebutuhan edukasinya. Atau justru sebaliknya, ada tuntutan luar biasa yang membuat dia harus selalu berprestasi tinggi. Akhirnya anak mengalami kondisi tak nyaman, lantas mogok di tengah jalan.

Perbanyak mendengar daripada berbicara

Mari menahan diri untuk tidak emosi. Dalam situasi seperti ini, orang tua perlu lebih banyak mendengar ketimbang berbicara. Hindari untuk memberi label negatif atau berkata buruk pada anak.

Gali dan dapatkan alasan sebenarnya apa yang telah dia alami. Ketika akar masalah ditemukan, orang tua dan anak akan lebih mudah mencari jalan keluar. Dibanding hanya orang tua yang berbicara dan melihat persoalan dari satu sudut pandang saja.

Diskusikan dengan sekolah

Jika ternyata persoalan berkaitan dengan sekolah, orang tua harus segera berdikusi dengan pihak sekolah atau guru kelas. Ceritakan detail apa dirasakan anak. Barangkali sekolah maupun guru bisa membantu. Di sisi lain, dengan bercerita, orangtua juga membuka jembatan komunikasi. Sehingga sekolah kelak tidak akan menyalahkan anak mengapa tak masuk tanpa kabar.

Baca juga: Mengapa Anak Sekolah Dipanggil Guru BK?

Tanya kemauan anak apa

Tanya apa yang diinginkannya. Mungkin saja anak memiliki kemauan lain selain bersekolah. Misalnya ingin ikut kegiatan non-akademik, berlibur, atau kadang keinginan sepele yang tak terpikirkan oleh orang tua. Bahas bersama apakah mungkin untuk dipenuhi atau tidak. Sertakan alasan dan alternatif untuk mewujudkannya.

Mungkin memang butuh jeda

Dan, ada baiknya orang tua membiarkan anak beristirahat dari sekolah jika memang diperlukan. Khususnya bila anak telah mengalami kondisi yang cukup tragis. Hingga membuat dia stres atau trauma. Biarkan dia menikmati waktunya sendiri. Sekaligus sebagai langkah terapi. Saat anak sudah merasa cukup, dia akan siap kembali ke sekolah dengan sepenuh hati.

Baca juga: Tak Perlu Ikutan Pusing Saat Anak Ujian

Luangkan waktu lebih untuknya

Tapi jangan biarkan dia terus menerus sendiri. Luangkan waktu yang lebih banyak lagi bagi anak. Walau hanya diisi dengan saling mengobrol tanpa arah, melakukan aktivitas berdua di rumah, atau malah mengadakan jalan-jalan ke tempat yang seru. Berikan perhatian, maka anak merasa ada teman dan wadah curahan hati yang tulus menemani.

Undang teman dan guru ke rumah

Orang tua juga dapat mencoba dengan cara mengundang teman-teman kelas dan guru ke rumah. Siapa tahu langkah ini akan menyenangkan hati anak, dan besoknya sudah mau bersekolah. Bertemu teman-teman akan menggugah keinginan bersosialisasi dan belajar bersama-sama lagi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments