09

Bijak Berwisata ke Tempat yang Berbeda Budaya

Tak selamanya tempat wisata selalu sama dengan budaya kita, meski di negeri sendiri. Perbedaan kadang terjadi dalam beberapa hal, namun ada pula yang sangat bertolak belakang. Tentunya mesti disikapi dengan bijak. Seperti apa tepatnya?

Misalnya saja, Anda bisa merasakan perbedaan budaya dari nilai-nilai pergaulan sosial yang berlaku, tata krama menyambut orang baru, sajian makanan, ada larangan yang berbau tabu, dan sebagainya. Mungkin di tempat Anda hal-hal tersebut tak mengapa dilakukan. Namun sebaliknya, di tempat wisata dilarang keras.

Baca juga: Daftar Negara Yang Tak Ramah Pada Turis

Oleh karenanya, menyikapi dengan bijak akan membawa keuntungan tersendiri. Juga keselamatan diri. Acara selama wisata tidak terganggu oleh teguran, peringatan, bahkan sanksi yang dialamatkan pada diri sendiri. Anda bisa leluasa liburan dan menikmati berbagai suguhan yang terhidang. Pesona alam yang memanjakan mata, tradisi budaya yang menambah cakrawala, menu kuliner yang belum pernah dikenal, serta banyak lagi.

Bahkan perbedaan bisa menjadi media belajar dan pengalaman berharga. Tidak melulu dianggap sebagai musuh yang harus ditolak mentah-mentah. Tinggal menyaring mana yang memang baik, dan mana yang bukan. Terlebih tak perlu meleburkan diri sendiri untuk harus sama, atau malah mencederai hak-hak orang lain.

Tetap hormati

Hormati apa yang berlaku di tempat wisata. Bukan saja aturan formal secara tertulis, namun juga berlaku pada aturan-aturan sosial yang memang telah lama dipegang. Karena itu, sangat penting mencari tahu bagaimana adat setempat. Apalagi bila Anda mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang sangat dijunjung tinggi kesakralannya. Perhatikan sikap, tutur kata, busana yang ditoleransi, dan seputarnya.

Baca juga: Perilaku Yang Dianggap Tabu Di Tempat Keramat

Bawa bekal sendiri

Bawa bekal sendiri andai memang Anda tidak bisa mengonsumsi menu yang dijajakan di tempat wisata. Selain menjamin kesehatan dan lebih hemat, Anda juga tidak diburu rasa bersalah atau khawatir menyantap makanan yang menyalahi keyakinan yang dianut selama ini. Tapi, tentunya tak perlu berisik memberitakan bahwa membawa bekal sendiri dalam rangka tidak cocok dengan menu di tempat wisata. Berikan alasan yang secukupnya, dengan tetap menghormati nilai-nilai lokal.

Baca juga: Biaya Wisata Yang Menyedot Dana Besar

Jangan membandingkan

Perbedaan selalu mengandung plus dan minus. Namun tak perlu dibanding-bandingkan. Setiap perbedaan tentu ada pertimbangan masing-masing, mengapa berlaku di sini dan mengapa tidak di sana. Tak perlu pula selalu menganggap nilai-nilai sendiri adalah yang paling baik. Hanya akan menyisakan pandangan sempit, minim toleransi, dan mengungkung diri sendiri.

Berhak mengatakan tidak

Meski demikian, Anda berhak membahagiakan diri sendiri.

Tidak selamanya harus menuruti, walau tetap dalam ranah menghormati. Katakan saja tidak untuk sesuatu yang membuat tak nyaman, apalagi yang sangat bertentangan. Membuat pihak yang ada di lokasi wisata juga memahami tentang kebutuhan dan nilai-nilai Anda pribadi.

Tak perlu tersiksa

Di samping itu, nikmati saja acara wisata Anda. Tak perlu tersiksa dengan segala perbedaan yang ada. Tak perlu pula merasa terjajah atau termusuhi. Nikmati perbedaan sebagai bagian dari proses wisata itu sendiri. Sebagai pewarna dan sentuhan yang berbeda. Wisata menjadi lebih seru dan unik dari yang biasanya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments