12

Empat Tanda Sekolah Tidak Cocok untuk Anak

Di kota-kota besar, sebagian sekolah sudah mulai membuka penerimaan siswa baru. Para orang tua pada berburu untuk bisa membeli formulir dan berebut kursi. Tapi hati-hati. Tidak semua sekolah ternyata cocok bagi anak. Kenali lebih dalam ketimbang menyesal di kemudian hari.

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Sekolah

Bukannya menilai bahwa sekolah itu buruk sama sekali. Ada sekolah yang ternyata cocok bagi sebagian karakter anak, tetapi belum tentu pas bagi karakter yang dimiliki oleh anak lain. Oleh karenanya penting bagi orang tua menyesuaikan dengan kondisi anak masing-masing.

Apalagi biaya pendaftaran sekolah saat ini tidak terbilang murah. Rugi luar biasa ketika orang tua sudah membayar di awal, sedang dalam sekian waktu saja anak sudah mogok sekolah. Memutuskan keluar, lantas mendaftarkan diri pada sekolah yang lain. Di mana sama saja mengeluarkan uang berulang lagi.

Namun tak hanya itu, ada efek lain yang cukup serius bagi anak. Sekolah yang memang tidak pas akan meninggalkan sisi negatif. Anak dapat trauma akan institusi pendidikan, dan dalam waktu lama tidak berkesan sama sekali untuk belajar.

Tidak memiliki porsi bermain cukup

Dunia anak adalah dunia bermain. Meski tersisipkan sebuah pesan akan ilmu pengetahuan, anak lebih menyukai bila dikemas dalam permainan yang menyenangkan. Cara ini sangat ditunggu-tunggu.

Jadi ketika sekolah tidak mampu memfasilitasi, sekolah akan tampil sebagai lembaga yang monoton. Atau bahkan jauh dari kesan positif di mata anak. Berlaku bagi suasana belajar di kelas maupun tersedianya jam bermain di luar. Termasuk adanya alat-alat permainan yang bebas digunakan.

Baca juga: Mengapa Anak Malas ke Sekolah?

Tidak memenuhi kebutuhan pengetahuan

Anak-anak zaman now, bisa dikatakan mempunyai karakter yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Lebih berani mengungkapkan pendapat, kritis, mampu menuntut keinginan, dan sebagainya. Karakter yang tidak bisa ditolak, melainkan mesti ditanggapi dengan bijak.

Baca juga: Mengintip Gaya Belajar Anak zaman Now

Sebab itu, sekolah, tempat mereka menghabiskan waktu sehari-hari akan ditinggalkan saat tak berkapasitas sebagai pemenuh kebutuhan mereka. Akan pengetahuan terutama.

Sekolah hanya tampil sebagai jembatan semata, tanpa menyadari apakah jalan yang telah dibuka sudah tepat atau belum. Jangan-jangan pengetahuan yang dikenalkan sudah usang. Tak terlalu berdampak bagi masa depan yang kian susah ditebak.

Tidak mewadahi minat dan bakatnya

Sekolah yang baik seharusnya juga mampu mewadahi minat dan bakatnya. Andai jam belajar tak memberi kesempatan, sebaiknya ada ekstrakurikuler, bimbingan, dan perhatian khusus bagi anak-anak dengan bakat tertentu. Guna mengimbangi ketertarikan mereka untuk terus mau belajar sembari tak meninggalkan bakat yang dimiliki.

Bila tidak, bisa ditebak. Sekolah bisa terasa hanya sebagai paksaan. Tampak tekun mendalami materi, namun sebenarnya bukan hal yang dicintai.

Sistemnya berjalan satu arah

Tanda lainnya adalah sekolah hanya menjalankan sistem satu arah. Yang berlaku hanya komando dan kepatuhan. Tidak ada apresiasi terhadap suara anak atau penghargaan atas prestasi. Sekolah tak ubahnya seperti diktator. Sangat nyata tak akan cocok bagi anak yang berjiwa bebas, kritis, dan suka berpetualang. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments