04

Karakter yang Wajib Dimiliki Karyawan Startup

Ingin memulai startup atau bekerja di dalamnya? Ada beberapa karakter yang harus dimiliki. Pasalnya bentuk usaha ini tergolong baru dan memberikan tantangan yang luar biasa. Mari kenali karakter apa yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang terlibat dalam startup.

Apalagi usaha ini memiliki ciri-ciri yang khas. Erat dengan dunia digital, mengunggulkan kemajuan teknologi, transaksi dilakukan lewat dunia maya, hingga pembayaran tanpa uang tunai. Bahkan ada beberapa startup yang meski memiliki bangunan kantor, tetapi tidak mengharuskan karyawannya untuk setiap hari datang. Pekerjaan bisa dikirim via surat elektronik atau aplikasi lainnya.

Baca juga: Profesi-Profesi yang Bisa Lebih Bersinar di Coworking Space

Keunikan ini tentu berbeda dengan jenis-jenis usaha yang selama ini telah ada. Di kalangan generasi milenial, bekerja di sebuah startup terbilang keren dan menjadi impian. Namun kembali lagi, pastikan diri sendiri siap. Terutama untuk kompetensi, persaingan, dan segala kompleksitasnya.

Adaptif terhadap perubahan

Adaptif terhadap berbagai perubahan sangat dibutuhkan. Tidak bisa berdiam diri untuk sekecil apapun persoalan atau tantangan.

Start-up harus bisa menemukan bentuk-bentuk baru guna menyesuaikan diri. Jika terus memakai cara-cara lama, maka jalannya perusahaan akan stagnan. Sedang perubahan di luar terus bergulir dan semakin sulit diikuti.

Tak cepat puas

Jangan cepat puas atas perolehan di tangan. Satu pencapaian harus diikuti dengan pencapaian-pencapaian lain yang bernilai lebih. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi perusahan dan memberi dampak nyata bagi orang lain dan lingkungan. Agar startup bisa terus berprestasi dan menaikkan prestise.

Baca juga: Menggenggam Peluang di Dunia Startup

Solutif dan menjawab kebutuhan

Selain itu, mereka yang terlibat dalam startup, apapun kedudukannya, mesti mampu memberikan jawaban-jawaban yang solutif dan sesuai dengan kebutuhan riil. Khususnya bagi masa depan perusahaan akan seperti apa. Atau jika ingin mengembangkan bentuk usaha, karyawan harus bisa memastikan ide-idenya memang membumi, alias akan digunakan oleh banyak orang.

Terus belajar

Serta terus mau belajar. Dari siapapun, di manapun, dan atas fenomena apapun. Ambil setiap plus dan minus dari setiap kejadian. Pertimbangan mana yang mungkin berguna bagi perusahaan, abaikan yang tidak perlu. Termasuk kritik yang tak enak didengar mengenai hasil kerja keras. Juga tak terjebak atas pencapaian akademik atau latar belakang diri sendiri.

Mau berkorban

Tak cukup disini. Startup membutuhkan orang-orang yang mau berkorban. Bekerja lebih yang kadang tak bisa dinilai dengan materi. Menguras energi, tak mengenal hari libur, dan bisa mendadak lembur kapan saja.

Apalagi banyak start-up yang dibangun dengan modal minim dan memberikan gaji pas-pasan di masa awal.

Karena itu kontribusi lebih dari karyawannya tidak bisa tidak harus ada.

Lari pada hal yang positif

Sadari bahwa kemungkinan stres, bosan, jenuh, dan merasa tak sehat akan terjadi. Salurkan pada wadah yang tepat dan positif. Misalnya olahraga, berlibur sejenak, tetap menyantap makanan sehat, dan sebagainya. Sehingga tubuh tetap fit, stres terkelola, dan tetap terus aktif berkarya di dunia startup. (LAF)

Baca juga: Sudahkan Anda Siap Membangun Start Up?

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments