26

Tantangan Fashion Design dengan Konten Lokal

Edukasi kepada konsumen mengenai jenis kain menjadi salah satu cara Riri Rengganis, fashion designer sekaligus pendiri brand Rengganis dan Indische meningkatkan kepercayaan konsumen pada produknya. Hal tersebut terungkap saat acara DesignTalk bertema “Local Content in Fashion Design, Defining Traditional VS Contemporary” di dd. Design Space (Dedato), sektor 7 Bintaro Jaya, pada Jumat (25/10). Acara tersebut diselenggarakan oleh ADPII (Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia) Jakarta.

Menurut Riri yang selalu menggunakan konten lokal dalam setiap rancangannya, saat ini masih banyak masyarakat belum mengerti jenis-jenis kualitas kain dan ciri-cirinya, terutama kain tradisional. “Kain yang mungkin harganya murah, namun dibalut cerita yang bagus, lalu dijual dengan harga yang mahal,” tutur Riri yang merupakan lulusan Desain Produk ITB.

Banyak cara untuk melakukan edukasi. “Saya melakukan lewat workshop-workshop, media sosial, dan web saya,” tutur Riri. Selain itu, masih banyak tantangan lain yang dihadapi oleh para fashion designer yang memilih menggunakan konten lokal. Antara lain, tidak bisa memproduksi dalam jumlah banyak karena pengrajin kain kualitasnya belum stabil.

Riri Rengganis dengan aksesori rancangannya.

Para peserta yang datang dari beragam profesi tampak antusias mendengar kisah Riri dalam menjalankan usahanya. Berkat kegigihannya itulah, ia mampu bertahan di industri fashion hingga 11 tahun.

Tradisional dan Kontemporer

Pada kesempatan tersebut, Riri juga menampilkan beberapa koleksinya. Baik dari brand Rengganis maupun Indische. Rengganis tampil dengan gaya kontemporer dan telah mencuri perhatian remaja dan kaum muda. Sedangkan Indische lebih menyasar wanita matang.

 

Para karyawan dd. Design Space Dedato tampil membawakan baju rancangan Riri. Mereka berjalan di depan para tamu, mengelilingi galeri bak peragawati.

Desainer fashion yang bertempat tinggal di Bandung ini juga memamerkan berbagai produk aksesori-nya. Seperti clutch, obi, dan tas mungil.

Desain Muda

 

Dedato juga memiliki produk-produk fashion sendiri. Dengan mengusung nama brand ARTiPUT, produk-produk yang terdiri dari scarf, sling bag, clutch, kalung, dan lain-lain ikut dipamerkan oleh para seniman Dedato.

Bangwin

Penampilan para seniman dengan membawa berbagai produk tersebut merupakan acara pemungkas yang berlangsung sejak pukul 14 hingga sore tersebut. Menurut Bangwin, ketua ADPII Jakarta, DesignTalk hari ini merupakan kali ketujuh. “Kami rutin melakukannya, kadang sebulan sekali, bahkan bisa dua minggu sekali,” ujar Bangwin, yang merupakan warga Emerald Bintaro. (YBI)

 

Foto-foto: @ian_mardi

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments