15

Cara Merdeka dari Drama di Kantor

Idealnya kantor memang tempat bekerja yang nyaman. Tapi apa daya, ada saja drama yang terjadi. Bagaimanapun, tak bisa selamanya mengalami. Perlahan namun pasti, diri sendiri harus merdeka dari drama yang sebenarnya tak perlu.

Drama di kantor bisa dipicu oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri. Dengan kata lain, diciptakan oleh Anda seorang. Sementara faktor eksternal dipicu oleh permasalahan pada orang lain. Di mana kadangkala membuat kita terlibat di dalamnya, meski dalam taraf yang paling sederhana, yakni saksi mata dan merasakan efeknya.

Bentuk drama juga bermacam-macam. Mulai dari kata-kata atau sikap tidak menyenangkan, persaingan berebut jabatan, tidak saling mendukung dalam satu tim, hingga pertikaian terbuka di antara sesama rekan kerja.

Positif dan tetap tenang

Drama di kantor akan selalu ada, dan berubah-ubah terus bentuknya. Apapun itu dan atau sedang dalam kondisi yang tak menguntungkan, tetap hadirkan pembawaan diri yang tenang. Tidak gegabah menyikapi, walau hanya memberi reaksi dalam beberapa kata saja. Juga tetap pasang pikiran yang positif tentang apa yang telah terjadi.

Pembawaan diri yang tenang akan menyurutkan niat orang lain mengajak Anda dalam medan pertempuran. Sedang pikiran yang positif membuat kita percaya semua akan segera berakhir dan ada hikmah yang bisa dipetik bersama-sama.

Baca juga: Menyikapi Rekan Kerja Kantor yang Terlibat Skandal

Utamakan urusan kantor dibanding privasi

Mulai dari diri sendiri untuk tidak menonjolkan urusan pribadi di kantor.

Setiap orang pasti memiliki masalah, dan tidak bijak terus menerus mengeluh atau menceritakan masalah sendiri di sela-sela kegiatan.

Lebih baik fokus pada kepentingan kantor, kerjakan tugas dengan baik, lebih-lebih tetap memelihara kedamaian dengan sesama.

Seperlunya saja

Jika bukan Anda yang memicu, akan tetapi drama tercipta karena ulah rekan yang lain, ambil komunikasi seperlunya saja. Hindari bertanya-tanya langsung pada pelaku utama, layaknya tukang gosip. Tetap jalin pertemanan, namun dalam ranah yang aman. Bukan menjadi pembela salah satu pihak.

Baca juga: Cara Bijak Merespon Gosip di Kantor

Tak usah menjadi polisi dunia

Serta hindari menjadi sosok pahlawan, bak polisi dunia. Siap menangani segala persoalan, terutama menjadi orang paling tahu bagaimana memecahkan masalah. Jika sekiranya tidak sampai mengganggu kepentingan kerja Anda, lebih baik netral saja. Kecuali drama sudah melampui batas hingga tak menghargai lagi hak Anda maupun rekan-rekan di kantor.

Hati-hati di media sosial

Kini media sosial seolah telah menjadi cerminan diri. Karena itu hati-hati. Dari media sosial, drama di kantor bisa mulai. Tidak terima dengan unggahan, merasa tersindir, saling berbalas lewat konten tidak sehat, salah paham, dan sebagainya. Drama semakin berbahaya, jika isi media sosial melukai para jajaran di atas Anda.

Baca juga: Jangan Unggah Ini di Media Sosial Tentang Perusahaan

Pikir lagi sebelum bertindak dan berucap

Pada akhirnya semua terletak pada tindakan dan ucapan. Namun tidak tergantung pada usia dan jenjang jabatan. Akan tetapi kedewasaan dan pikiran yang waras. Tahu akibat sebelum bertindak dan berucap. Tahu manfaat dan mudharat atas aksinya. Mencoba menakar diri sendiri agar selalu membawa kesejukan dalam pergaulan di kantor. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments