03

Tak Perlu Ikutan Pusing Saat Anak Ujian

Musim ujian tengah semester sedang berlangsung. Tidak hanya membebani anak-anak, namun juga orang tua. Bagaimana caranya agar orang tua bisa terbebas dan tetap bahagia saat anaknya ujian di sekolah?

Sebab seringkali ada drama yang berlebihan dalam menyikapi kedatangan dan selama ujian. Mulai dari kekhawatiran yang sulit diungkapkan alasannya, hingga memberikan tekanan yang luar biasa pada anak. Tentu dengan harapan yang positif, yakni anak bisa melewati ujian dengan sukses dan mendapat nilai yang memuaskan.

Sayangnya dilakukan dengan cara-cara yang kurang tepat. Di mana pada akhirnya bukan saja semakin menambah beban pada anak, melainkan juga menyusahkan diri sendiri. Karena menaruh perhatian terlalu besar dan terus menerus meletakkan emosi terjebak dalam persoalan ujian.

Orang tua sulit menemukan wadah yang tepat, guna mengekspresikan semua perasaannya. Hingga kemudian menjadikan anak sebagai objek satu-satunya. Bahkan terkadang tidak lagi bisa membedakan, siapa yang peserta ujian dan siapa yang bukan.

Berikan kesempatan pada anak untuk menikmati masa-masa ujian layaknya hari-hari biasa. Bukan berarti anak tidak perlu perjuangan ekstra. Namun orang tua juga perlu mengatur emosi dan sikapnya.

Beri dukungan, bukan tekanan

Anak membutuhkan dukungan. Bukan sekadar tekanan, apalagi tuntutan berlebihan. Anda boleh mengingatkan bahwa anak perlu belajar dan meraih hasil baik dari soal-soal yang diujikan. Sampaikan semua itu dengan baik dan dalam harmoni.

Bukan sebuah permintaan yang sifatnya keharusan. Yang mana kerap membuat anak tertekan dan merasa bersalah jika sampai tak bisa memenuhi apa yang orang tuanya inginkan.

Ceritakan pengalaman

Orang tua bisa membantu dengan menceritakan pengalamannya dulu saat masih sekolah dan menghadapi ujian. Misalnya bercerita bagaimana mengatasi rasa kantuk saat belajar, saat tidak bisa menjawab, ragu-ragu, dan sebagainya.

Suasana jadi lebih cair dan memberikan gambaran pada anak supaya tidak terlalu tegang. Bukan tidak mungkin anak lantas cerita balik. Mengenai masalah yang dihadapi selama ini, juga ketakutan-ketakutan yang membayangi. Sehingga orang tua juga bisa segera mencarikan jalan keluar bersama.

Tawarkan bantuan

Coba tawarkan bantuan yang diharapkan ada dari orang tuanya. Bantuan yang mungkin saja belum terpikirkan dan tak terduga. Seperti cukup mendampingi, mengingatkan jadwal, membuat makanan kesukaan, tetap diizinkan melihat tv, serta lainnya. Jika dirasa positif, ada baiknya Anda menuruti. Namun saat dirasa cukup unik, upayakan kompromi. Nyaman untuk dia, nyaman pula untuk Anda.

Baca juga: Haruskah Siswa Mengikuti Bimbel?
Hargai kenyamanannya

Hargai kenyamanannya. Terutama keputusannya kapan dia akan belajar, terus berlangsung atau perlu jeda sejenak, di kamar atau di ruangan lain, dan bentuk-bentuk yang lain. Ketika anak merasa dihargai, dia akan lebih menguasai suasana dan fokus pada materi yang akan diujikan.

Percaya dia bisa

Dan, tak perlu pusing terus menerus. Percaya saja anak bisa melakukannya. Menerima sepenuh hati apa yang telah diperjuangkan. Terlebih bila selama ini tidak ada masalah belajar di sekolah. Kelola emosi Anda dengan baik. Karena anak sangat membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari Anda seutuhnya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow Instagram @ETALASEBINTARO @ETALASEMEDIAKULINER

Comments

comments